Heboh Unggahan Sebut Potensi Tinggi Bencana Hidrometeorologi pada Akhir 2024, BMKG: Tetap Waspada

Beredar unggahan yang menyebutkan adanya potensi tinggi bencana hidrometeorologi pada akhir 2024, viral di media sosial.

Istimewa/ Dok - Relawan PB Garsel
Gelombang tinggi dan angin kencang terjang wilayah pantai selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (12/4/2024), hantam perahu nelayan dan warung-warung di kawasan pantai Manalusu. 

TRIBUNJABAR.ID - Beredar unggahan yang menyebutkan adanya potensi tinggi bencana hidrometeorologi pada akhir 2024, viral di media sosial.

Berdasarkan unggahan akun X @zak*** pada Jumat (11/10/2024), disebutkan bahwa bencana hidrometeorologi yang dimaksud adalah banjir, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung.

Pengunggah juga mengimbau warganet untuk melakukan antisipasi dengan mitigasi bencana.

“Akhir tahun ini potensi tinggi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung,” bunyi unggahan itu. 

Lalu, benarkah demikian adanya potensi bencana hidrometeorologi tersebut?

Baca juga: Viral Video Influencer Jastip Sushi, saat Dicoba Ternyata Basi, Gerai Sushi di Bali Buka Suara

Penjelasan BMKG

Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ida Pramuwardani membenarkan adanya potensi bencana hidromeorologi pada akhir tahun 2024 tersebut.

Akan tetapi, potensi angin kencang dan puting beliung sudah terjadi saat ini, saat Indonesia memasuki periode peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.

“Potensi angin kencang dan puting beliung cenderung lebih tinggi disebabkan oleh perubahan pola angin dan perbedaan suhu yang signifikan di atmosfer,” ucap Ida, Sabtu (12/10/2024), dikutip dari Kompas.com.

Sebagaimana diketahui, sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim penghujan pada akhir 2024.

Ida menerangkan, awal musim hujan tidak secara serentak terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

Wilayah barat Sumatera, misalnya, memasuki musim hujan lebih awal pada Agustus 2024 dan secara bertahap menyebar ke wilayah timur Indonesia hingga Desember 2024.  

“Pada umumnya, sebagian besar wilayah Indonesia akan mulai mengalami musim hujan pada periode Oktober hingga November 2024,” tutur dia. 

Saat musim hujan, potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, akan meningkat. 

Menurutnya, hal itu terjadi seiring dengan peningkatan intensitas curah hujan terutama di daerah dengan drainase buruk atau wilayah lereng. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved