Selasa, 5 Mei 2026

Video Mesum LGBT Pelajar dan Inses Ibu-Anak Merebak di Kuningan, Bikin Warga Cemas

seharusnya pemerintah bisa melakukan pengawasan ekstra terhadap lingkungan masyarakat.

Tayang:
Istimewa
Ilustrasi video dewasa. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Dua video viral yang beredar di Kabupaten Kuningan, seperti yang menampilkan dua oknum pelajar sesama jenis atau LGBT dan hubungan intim yang di melibatkan anak dengan ibu kandung, kian mencemaskan warga.

Pasalnya, kejadian yang layaknya di lakukan suami istri sah secara agama dan negara, malah dijadikan sensasi hidup yang dianggap melarang etika bermasyarakat.

"Kami tentu sangat menyayangkan dengan kejadian di Kuningan. Ya, dengan dua kejadian hubungan antar sesama jenis melibatkan pelajar juga yang lebih ekstrim itu hubungan anak dengan ibu kandung," kata Risa (34) salah seorang praktisi pendidikan di Kuningan saat berbincang dengan Tribun, Minggu (6/10/2024).

Selain menyayangkan dengan kejadian berlangsung di Kuningan, Risa sangat cemas terhadap generasi penerus di setiap daerah di Kuningan.

"Kami sangat cemas dan apakah ini bisa menjadi perhatian serius pemerintahan. Maksudnya, apapun yang terjadi tentu akibat dari pemerintah dalam melaksanakan kebijakan yang tidak optimal. Artinya, ada apa dengan Kuningan yang memiliki visi misi berbasis agamis dan religius," katanya.

Baca juga: KUNINGAN PANAS: 2 Video Syur Kuningan Viral, Adegan Sesama Jenis 2 Pelajar hingga Syur Ibu dan Anak

Risa mengungkap, pemerintah bisa melakukan pengawasan ekstra terhadap lingkungan masyarakat. Misal dengan kejadian ibu dan anak yang melakukan intim, bisa di cari penyebabnya.

"Mengamati kejadian video tak senonoh, ibu dan anak itu jelas akibat masuk dalam kategori warga tidak mampu, hingga mereka melakukan itu untuk dikomersilkan. Pertanyaan, kemana pemerintah sebagai penanggung jawab atas kehidupan masyarakat luas," katanya.

Kemudian, kata Risa mengatakan, adegan tak wajar dilakukan oknum pelajar itu sebanarnya bisa dicegah. Terlebih dalam video itu berlangsung di sebuah kelas yang biasa digunakan kegiatan belajar mengajar.

"Atas kejadian video hubungan sesama jenis tingkat pelajar. Saya pastikan harusnya tidak terjadi, kenapa? Karena lingkup lembaga pendidikan itu biasanya di lengkapi kamera pengintai atau CCTV. Nah, dengan hal itu seharusnya bisa terantisipasi sejak dini. Artinya, setiap kejadian menyimpang di sekolah itu pasti bisa dicegah dengan pengawas elektronik," katanya.

Berita sebelumnya, video heboh yang menampilkan adegan mesum dan melibatkan anak dan ibu kandung, hingga viral di Kuningan dan menjadi obrolan warga.

Sontak menjadi perhatian, petugas Kepolisian Kuningan meminta video tersebut dihapus dan tidak disebar luas.

"Dugaan kasus hubungan badan yang dilakukan anak dan ibu kandung, kini sudah kami tangani," kata Kanit PPA IPTU Suhandi mewakili Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP I Putu Ika Prabawa saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (4/10/2024).

Penanganan itu dibuktikan dengan pemanggilan, untuk dimintai keterangan dan latar belakang permalasahan tersebut.

"Iya untuk kasus itu kami sedang melakukan pendalaman dan menggali keterangan lain, yang menjadi latar belakang kasus tersebut," katanya.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved