Pilkada Kabupaten Garut

Didampingi Kang Cecep Preman Pensiun, Cabup Helmi Budiman Blusukan di Pasar Ciawitali Garut

Calon Bupati Garut Helmi Budiman mengunjungi Pasar Ciawitali dalam lanjutan kampanyenya di Pilkada Garut 2024.

Tribun Jabar/ Sidqi Al Ghifari
Calon Bupati Garut Helmi Budiman mengunjungi Pasar Ciawitali dalam lanjutan kampanyenya di Pilkada Garut 2024. Mantan Wakil Bupati Garut dua periode itu blusukan didampingi oleh pesinetron, Abenk Marco atau Kang Cecep, dalam sinetron Preman Pensiun, Kamis (3/10/2024) siang. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Calon Bupati Garut Helmi Budiman mengunjungi Pasar Ciawitali dalam lanjutan kampanyenya di Pilkada Garut 2024.

Mantan Wakil Bupati Garut dua periode itu blusukan didampingi oleh pesinetron, Abenk Marco atau Kang Cecep, dalam sinetron Preman Pensiun, Kamis (3/10/2024) siang. 

Kehadiran Abenk sontak membuat warga pasar berburu foto selfie. Ia pun sesekali mengajak warga pasar untuk memilih pasangan Helmi-Yudi di hari pencoblosan nanti. 

"Hayu satukan Garut dengan nomor satu," ujar Abenk sembari menyalami satu persatu warga pasar yang berpapasan dengannya. 

Baca juga: Saling Ciptakan Peluang, Zhejiang FC vs Persib Bandung Masih Imbang 0-0 di Babak Pertama

Hal yang sama juga dilakukan oleh Helmi, ia berkomunikasi langsung dengan warga pasar yang dijumpainya. 

Diantara warga itu, terdapat seorang pedagang yang menginginkan agar Pasar Ciawitali segera dibangun ulang. 

"Tapi bukan pembangunan total Pak, kami ingin ditata saja. Jalannya, gorong-gorongnya sudah tidak layak," ujar Taufik seorang pedagang sayuran. 

Helmi Budiman mengatakan selain keluhan soal kondisi pasar yang butuh penataan ulang, ia juga menerima keluhan soal penurunan daya beli. 

"Maka penataan ini perlu dilakukan, mulai jalan, saluran air , tempat sampah dan penerangannya. Agar pembeli nyaman," ujarnya. 

Untuk mengatasi lemahnya ekonomi yang berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat, jelas Helmi, kondis ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Garut, tetapi terjadi juga di daerah lain bahkan menjadi persoalan nasional.

Baca juga: Film G30S PKI Sempat Disetop Pada 1998, Ini Sosok Jenderal yang Hentikan Penayangan Saat Itu

Ia menyebut jalan keluar atas permasalahan tersebut adalah dengan menarik investor agar bisa berinvestasi di Kabupaten Garut. 

Hadirnya investor juga menurutnya bisa meningkatkan penyerapan tenaga kerja, yang akhirnya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. 

"Garut sudah mulai mengarah menjadi daerah industri, sehingga peluang investor untuk berinvestasi di sini semakin besar," ungkapnya.  (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved