Masjid Agung Baiturrahman Jadi Saksi Perjalanan Sejarah Kota Banjar
Lokasi Masjid ini tepat di titik 0 kilometer (KM) Kota Banjar dan telah berdiri lama sebelum pemekaran Kota Banjar dari Kabupaten Ciamis.
Penulis: Padna | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Bangunan Masjid Agung Baiturrahman di Kota Banjar Jawa Barat, menjadi satu sejarah perjalanan berdirinya Kota Idaman.
Lokasi Masjid ini tepat di titik 0 kilometer (KM) Kota Banjar dan telah berdiri lama sebelum pemekaran Kota Banjar dari Kabupaten Ciamis.
Masjid ini berdampingan dengan pendopo Wali Kota Banjar dan kini Masjid Agung Baiturrahman menjadi ikonnya Kota Banjar.
Masjid Agung Baiturrahman berhadapan langsung dengan alun-alun yang tentu Masjid tersebut selalu ramai dikunjungi para jemaah.
Selain itu, masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Banjar tersebut memiliki sejarah penting bagi semua pihak.
Baca juga: Reaktivasi Jalur Kereta Api Banjar-Pangandaran, Bappeda Pangandaran Tebar Kuesioner untuk Masyarakat
Ketua Yayasan Baiturrahman Kota Banjar, Undang Munawar, menyampaikan, memang berdirinya Masjid Agung Baiturrahman ini tidak tercatat secara detail.
Meskipun demikian, berdasarkan riwayat dulu sekitar tahun 1980-an bahwa masjid tersebut mengalami pembangunan dan rehabilitasi total.
Waktu itu, bangunan Masjid Agung masih berdiri satu lantai dengan posisi Gedung Dakwah yang berada di samping masjid.
"Dulu, masjid ini masih berada dalam wilayah Kabupaten Ciamis dengan status Banjar sebagai Kota administratif," ujar Undang kepada wartawan di Kota Banjar, Jum'at (27/9/2024) siang.
Dahulu setelah mengalami rehabilitasi total, bangunan Masjid Agung Baiturrahman diperluas menjadi dua lantai.
Saat itu, juga dibangun pagar dan halaman masjid kemudian gedung dakwah beserta menara masjidnya.
"Sejak rehabilitasi terakhir, sampai sekarang itu belum ada renovasi tambahan yang dilakukan," katanya.
Menurutnya, keberadaan Masjid Agung Baiturrahman di Kota Banjar tidak lepas dari peran tokoh masyarakat.
"Masjid Agung ini ada berkat peran aktif para tokoh masyarakat seperti Pak Suyazid, Pak Nana Surja, Pak Ayo Sunaryo, Pak Mumu Sadikin, dan tokoh lainnya," ucap Undang.
Berkembangnya zaman, pada tahun 2020 nama Yayasan Masjid Agung Kota Banjar mengalami perubahan nama.
"Kini, yayasan tersebut dikenal dengan nama Yayasan Baiturrahman Banjar Patroman Kota Banjar," ujarnya.
| Pesan Herdiat dalam Pelantikan Pengurus PWI Ciamis, Jaga Marwah dan Profesionalisme Wartawan |
|
|---|
| Gudang Minuman Keras di Ciamis Digerebek Polisi, Petugas Sita 2.610 Botol Miras |
|
|---|
| Kasus Dugaan Penipuan MBG di Ciamis Masuk Gelar Perkara, Polisi Hadapi Sejumlah Kendala |
|
|---|
| Bulog Ciamis Serap 65 Ribu Ton Gabah Petani, Perkuat Stok Beras Nasional yang Tembus 5 Juta Ton |
|
|---|
| Kuat di Kandang, Persib Bandung Diprediksi Menang 2-0 Kontra Arema FC |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Suasana-Masjid-Agung-Baiturrahman-di-Kota-Banjar-Jawa-Barat.jpg)