Sabtu, 9 Mei 2026

Umar Key Penuhi Panggilan Polisi setelah Dilaporkan Terkait Dugaan Pengeroyokan di Menara Kadin

Umar Key menegaskan dirinya dengan Arif Rahman yang merupakan Sekjen Pemuda Pancasila memiliki hubungan yang baik.

Tayang:
Editor: Ravianto
Reynas Abdila/tribunnews
Ketua DPP Front Pemuda Muslim Maluku Umar Key Ohoitenan memberikan klarifikasi terkait kasus dugaan pengeroyokan di Menara Kadin. Umar Key tiba pukul 13.58 WIB di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kamis (26/9/2024). (Tribun/Reynas) 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Ketua DPP Front Pemuda Muslim Maluku Umar Kei Ohoitenan memenuhi panggilan polsisi sebagai saksi terlapor kasus dugaan pengeroyokan di Menara Kadin beberapa waktu silam.

Umar Kei mengatakan dirinya sebagai warga negara yang baik harus hadir untuk memberikan klarifikasi.

Pria kelahiran Desa Ngursoen, Mauluku Tenggara ini tidak sendirian namun didampingi sejumlah kelompok organisasi masyarakat.

“Saya hadir hari ini atas dasar surat undangan klarifikasi dari teman-temanpolda, khususnya resmob tim unit 4, saya belum tahu apa yang akan ditanya tentang surat undangan klarifikasi,” katanya kepada wartawan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (26/9/2024) pukul 13.58 WIB.

Menurutnya, kabar dirinya terlibat pengeroyokan terhadap Staf Khusus Arsjad Rasjid Arif Rahman tidak benar.

Umar Kei menegaskan dirinya dengan Arif Rahman yang merupakan Sekjen Pemuda Pancasila memiliki hubungan yang baik.

Apabila pengeroyokan tersebut benar terjadi, Umar Kei memastikan akibatnya bisa sangat fatal.

“Jadi ada isu yang beredar bahwa saya ribut dengan pemuda Pancasila, bohong, itu bohong, tidak ada, mereka adalah keluarga besar saya dan saya sampai hari ini berkomunikasi,” ujarnya.

Umar Kei mengaku kerap ditanya  apa yang sebenarnya terjadi dengan Arif Rahman hingga dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Dia menyatakan tidak mengetahui terlebih adanya pengeroyokan dari kelompok Ambon.

“Tidak pernah tangan saya jatuh, kalau tangan saya jatuh, pasti berlumuran darah bahkan mati, tapi saya tidak pernah merasa,” tukas pria yang berdomisili di Bekasi Jawa Barat.

Umar Kei membawa surat kuasa dan video di saat dirinya berada di Menara Kadin

Video dirinya berada di gedung Kadin bukan dari CCTV melainkan video yang diambil dari ada anak buahnya.

Laporan Polisi

Staf Khusus Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid, Arif Rahman telah membuat laporan polisi terkait dugaan pengeroyokan yang dilakukan di Kantor Kadin, Jakarta.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved