Heboh Kabar Mahasiswa ITB Penerima Beasiswa UKT Harus Bekerja Paruh Waktu untuk Kampus
Beredar kabar terkait mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang mendapatkan beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) mesti bekerja paruh waktu untuk
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Januar Pribadi Hamel
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Beredar kabar terkait mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang mendapatkan beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) mesti bekerja paruh waktu untuk ITB.
Munculnya informasi tersebut dari email Direktorat Pendidikan terkait kewajiban bagi seluruh mahasiswa ITB yang menerima beasiswa UKT untuk bekerja paruh waktu, yakni kewajiban mendaftar sebagai calon asisten (prioritas asisten mata kuliah).
Ketua Kabinet KM ITB, Fidela Marwa Huwaida menyampaikan kekecewaannya atas kebijakan tersebut. Katanya, kebijakan itu justru menunjukan ITB tak ikhlas memberikan keringanan UKT bagi mahasiswanya. Padahal, pendidikan berbiaya terjangkau menjadi hak mahasiswa.
Baca juga: ITB Dorong Mahasiswa Dalami Pengolahan Air Lewat Kolaborasi dengan Coway dari Korea Selatan
"Ada ancaman untuk evaluasi ulang proses pengajuan keringanan UKT yang diajukan mahasiswa ITB dan menjadi bukti ketidakikhlasan mereka dalam memenuhi kewajibannya menghadirkan pendidikan yang layak dan terjangkau," ujarnya, Rabu (25/9/2024) lewat siaran pers.
Lanjutnya, email yang ditujukan ke para mahasiswa penerima UKT itu memuat dua tautan google form yang ditujukan untuk seluruh mahasiswa ITB, seperti:
1. Tautan Google Form untuk mahasiswa ITB yang menerima beasiswa UKT (https://forms.office.com/r/AKY1zmjjS8)
2. Tautan gform untuk mahasiswa ITB yang tidak menerima beasiswa UKT (https://forms.office.com/r/apNXD8tdRD) di mana tenggat waktu untuk mengisi formulir di atas adalah tanggal 27 September 2024.
Namun, saat ini sesaat setelah isu ini menjadi viral dan menuai cibiran dari mahasiswa ITB, kedua formulir tersebut ditutup.
Baca juga: ITB Siap Gelar Pemilihan Rektor Periode 2025-2030: Berlangsung Tiga Bulan
Fidela pun memastikan dalam waktu dekat akan bertemu dengan Direktur Pendidikan ITB, Arief Hariyanto. Saat ini, mereka sedang mengkonsolidasikan mahasiswa supaya menindaklanjuti sikap yang akan dikeluarkan KM ITB terhadap kebijakan itu.
"Kami kumpulkan dahulu pertantaan dari KM ITB lewat Kesma atau Kesra HMJ serta senator utusan lembaga guna nanti ditanyakan ke Dirdik," katanya.
Tribun Jabar pun masih menunggu konfirmasi dari pihak ITB melalui Koordinator Bidang Kehumasannya.(*)
Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.
IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI
| Ancaman Hukuman Viralnya Nyanyian Himpunan Mahasiswa ITB Lecehkan Wanita Secara Verbal |
|
|---|
| Siapkan Rp 26 Juta untuk UKT Kedoteran Unpad, Cek Besaran UKT Lainnya di ITB dan UPI |
|
|---|
| Cekungan Bandung Makin Gerah? Mahasiswa ITB Temukan Faktor Utama Peningkatan Suhu |
|
|---|
| Kisah Ali, Mahasiswa ITB Menjemput Amanah Menjadi Imam Muda Salman |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Sebut BPMU Bukan Dihapus, Diubah Jadi Beasiswa Bagi Siswa Tidak Mampu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/itb-_-ilustrasi_20150920_154801.jpg)