Elemen Pentahelix Sepakat Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2024
Kolaborasi Pentahelix bisa menjadi pondasi utama dalam mengusung dan memperkuat berbagai upaya pembangunan dalam berbagai sektor termasuk ekonomi
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Berbagai upaya terus dilakukan berbagai pihak untuk terus mengamankan bahkan mendorong pertumbuhan ekonom ditengah menghangatnya kondisi global.
Untuk itu perlu langkah bersama dalam kolaborasi pentahelix yaitu unsur akademisi, bisnis (pelaku usaha), community (masyarakat), government (pemerintahan), dan media, atau disingkat ABCGM.
Keterlibatan lima elemen ini sangat penting dalam Pembangunan. Kolaborasi ini bertujuan untuk memadukan berbagai perspektif, sumber daya, dan keahlian guna menciptakan sinergi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Kolaborasi Pentahelix bisa menjadi pondasi utama dalam mengusung dan memperkuat berbagai upaya pembangunan dalam berbagai sektor termasuk ekonomi dengan identifikasi peran dan kontribusi masing-masing elemen.
Baca juga: bank bjb Raih Penghargaan Pengembangan UMKM Terbaik Dari IWEB
Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB) yang menjadi salah dari satu elemen Pentahelix yakni media massa, memfasilitasi sebuah seminar nasional yang dihadiri kelima elemen Pentahelix.
Mengambil tema "Memperkuat Hubungan Pentahelix dalam Mendukung Perekonomian Nasional."
Dengan menghadirkan narasumber Sekda Provinsi Jabar Herman Suryatman, Akademisi Unpad Kurniawan Saefullah, Hilman Hidayat dari praktisi media, Imade Sandika Dwiantara dari kalangan profesional bisnis dan Siti Rahma mewakili komunitas masyarakat.
"Tujuannya untuk membangun jaringan dan sinergi antara akademisi, dunia usaha, media, masyarakat, dan pemerintah. Menghasilkan rekomendasi strategi kolaboratif untuk memperkuat hubungan Pentahelix," ujar Ketua IWEB Yulistine Kasumaningrum pada acara Diskusi Ekonomi dengan tema Memperkuat Hubungan Pentahelix dalam Mendukung Perekonomian Nasional yang digelar IWEB di Bandung, Selasa (17/9/2024).
Sekda Provinsi Jabar Herman Suryatman mengatakan secara ekonomi Jawa Barat selalu menjadi yang terbaik nasional. Misalnya capaian investasi tertinggi nasional diatas Rp200 triliun kemudian kinerja birokrasi juga terbaik nasional.
Namun masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk mencapai Visi dan Misi Jabar 2025-2040 sebagai provinsi termaju. Waktunya tinggal satu tahun lagi untuk lepas kandas.
"Jabar harus mencapai tingkat kemajuan dan perkembangan pembangunanyang paling tinggi dibandingkan dengan provinsi lainnya, memiliki keunggulan kompetitif di tingkat dunia dalam berbagai aspek dan menjamin kelestarian sumber daya alam dan kualitas lingkungan hidup dengan tata kelola yang baik dalam jangka panjang," ujarnya.
Baca juga: IWEB Gelar Dialog Ekonomi: Perekonomian Indonesia akan Tetap Tumbuh di Musim Kontestasi
Namun tantangan berat masih terlihat. Seperti rendahnya kualitas tenaga kerja namun kondisi ini diperumit dengan tingginya upah di Jawa Barat. Disinilah perlunya andil dari akademisi untuk memperbaiki kualitas SDM.
Masih ada ketimpangan pembangunan antara daerah industri dan non industri yang menyebabkan ketidakmerataan akses terhadap pekerjaan.
Sebagian besar wilayah dengan investasi tertinggi merupakan kawasan industri, dengan investasi di sektor yang padat modal.
"Realisasi investasi di Kawasan Rebana di tahun 2023 masih tergolong rendah, hanya mencapai 8,47 persen dari total investasi yang masuk ke Jawa Barat. Investasi di Jawa Barat bagian Selatan lebih rendah dari kawasan Rebana, yaitu hanya 5,6 persen dari total investasi Jawa Barat. Tentu harus segera diperbaiki dengan bantuan pengusaha dan stake holder terkait," tuturnya.
Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB)
Sekda Jabar
Herman Suryatman
pentahelix
pertumbuhan ekonomi
Tribunjabar.id
| Viral Video 70 Ribu Motor Listrik untuk Kepala Dapur SPPG, Herman Suryatman: Harus Kita Cek |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Bereskan Kemelut Bandung Zoo setelah Kolaborasi Pemkot-Pemprov Jabar |
|
|---|
| Antisipasi Krisis BBM, Pemprov Jabar Lebih Dulu Terapkan WFH ASN, Sekda: Sudah Sejak Januari |
|
|---|
| Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Akun Medsos Mulai Hari Ini, Pemprov Jabar Kebut Sosialisasi |
|
|---|
| Pembatasan Medsos Anak Mulai Berlaku, Pemprov Jabar Gencarkan Sosialisasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Elemen-Pentahelix-Sepakat-Dorong-Pertumbuhan-Ekonomi-2024.jpg)