Gempa Kabupaten Bandung
BMKG Catat Sudah Terjadi 24 Kali Gempa di Kertasari dan Garut, Warga Diminta Waspada
BMKG Bandung mencatat telah terjadi puluhan kali gempa bumi di wilayah Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung; dan Kabupaten Garut, Rabu (18/9/2024).
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mencatat telah terjadi puluhan kali gempa bumi di wilayah Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung; dan Kabupaten Garut, Rabu (18/9/2024).
Gempa di Kertasari tersebut yang pertama berkekuatan 5,0 magnitudo. Sedangkan untuk beberapa kali gempa susulan yang telah terjadi, kekuatannya menurun antara 2,0 magnitudo, 2,4 magnitudo, dan 3,1 magnitudo.
Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan, untuk di Kertasari dan Kabupaten Garut tercatat sudah terjadi sebanyak 24 kali gempa. Tetapi dengan kekuatan menurun dan kedalaman dangkal.
"Terakhir di posisi pukul 13.30, di Kabupaten Garut dan Kertasari. Itu masih seputaran Sesar Garsela, tapi masih dangkal," ujar Ayu saat ditemui di Kertasari, Rabu.
Baca juga: Update Gempa Bumi, Sebanyak 196 Bangunan di Garut Terdampak, 5 Masjid dan 7 Sekolah Rusak
Dengan adanya beberapa kali gempa susulan tersebut, pihaknya minta masyarakat jangan sampai termakan isu-isu hoaks terkait gempa bumi karena hal itu bisa merugikan.
"Kalau ada yang menginformasikan akan terjadi (gempa lagi), itu pasti enggak mungkin benar ya, karena gempa belum bisa diprediksi," kata Ayu.
Dia mengatakan, semua masyarakat harus tetap waspada karena potensi gempa susulan masih mungkin terjadi meskipun kekuatannya sudah menurun.
"Masyarakat agar tetap tenang waspada karena gempa susulan masih berpotensi terjadi, tapi magnitudo kekuatannya sudah relatif mengecil," ucapnya.
Baca juga: Badan Geologi Pastikan Gempa Bumi di Kabupaten Bandung Tidak Menimbulkan Gerakan dan Penurunan Tanah
Sebelumnya, Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin, meminta Pemkab Bandung untuk segera menetapkan status tanggap darurat bencana setelah terjadinya gempa di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.
Pasalnya, gempa tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga, sekolah, dan bangunan yang lainnya rusak parah hingga para penghuninya harus mengungsi ke lapangan sepak bola menggunakan tenda darurat.
Bey mengatakan, percepatan penanganan bagi warga yang terdampak itu harus segera dilalukan terutama titik evakuasi penyelamatan, tenda pengungsian, makanan, air, WC portabel, dan termasuk penanganan kesehatan.
"Jadi yang penting, Kabupaten Bandung harus segera (menetapkan status) tanggap darurat (bencana) agar bantuan tak terduganya bisa turun," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian. (*)
| Unisba Terjunkan Bantuan Medis ke Lokasi Korban Gempa di Kabupaten Bandung, 4 Dokter Dikerahkan |
|
|---|
| Pakar Kegempaan BRIN Bicara Soal Gempa di Kabupaten Bandung, Ada Kaitan dengan Megathrust? |
|
|---|
| Polresta Bandung Kirim Ayam Potong Beku 1 Ton untuk Korban Gempa di Kertasari dan Pangalengan |
|
|---|
| Makan Singkong dan Seblak, Korban Gempa di Kampung Hemerang Kertasari Bandung Tidur di Bawah Terpal |
|
|---|
| Balita di Korban Gempa di Kertasari Bandung Meninggal Dunia, Polresta Bandung Berikan Santunan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gempa-bumi-di-Kertasari-Kabupaten-Bandung-Jawa-Barat-Rabu-1892024.jpg)