Jumat, 10 April 2026

PON XXI Aceh Sumut 2024

Dicurangi, Target Emas Tim Hapkido Jabar di PON XXI Meleset: Harusnya Dapat 3 Emas

Tim Hapkido Jawa Barat sumbangkan dua medali emas PON XXI Aceh- Sumatra Utara 2204, untuk mencapai Jabar Hattrick juara PON.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Laga final cabang olahraga Hapkido Putri, di GOR KONI Aceh, Kamis (12/9/2024) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahamd Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tim Hapkido Jawa Barat sumbangkan dua medali emas PON XXI Aceh- Sumatra Utara 2204, untuk mencapai Jabar Hattrick juara PON.

Selain dua medali emas tim Hapkido Jabar juga meraih lima medali Perak, dan tiga Perunggu sehingga total sebanyak 9 medali didapat Kontingen Jawa Barat dari cabor Hapkido.

Ketua Pengprov Hapkido Jawa Barat, Slamet Suhari, mengaku, awalnya pihaknya menargetkan 3 medali emas namun ada beberapa nomor dicederai.

Baca juga: Tim Anggar Jabar PON XXI Dicurangi, Waktu Habis Laga Terus Dilanjut, Protes ke Wasit Tak Digubris

"Ada beberapa nomor yang dirugikan karena nilai yang muncul menjadi kebalikannya, khusus di nomor daeryun pertarungan, atlet andalan atas nama Alwan di kelas U-62 jelas sangat dirugikan ketika melawan DIY," kata Slamet, setelah pertandingan Hapkido, di GOR KONI Aceh, Banda Aceh, Kamis (12/9/2024).

Slamet mengungkapkan, capaian prestasi tim Jawa Barat, berkat atlet yang bertanding dengan semangat tinggi, ini juga didukung dengan berbagai pihak, terutama doa masyarakat Jawa Barat, orang tua atlet, dan khususnya pemerintah daerah dan Koni Jawa Barat dalam rangka menggapai Jabar Hattrick.

Menurut Slamet, pertandingan Hapkido di PON XXI ini cukup baik.

"Walaupun dicederai dengan tidak menjunjung nilai sportivitas dan keadilan, oleh adanya keberpihakan khususnya di nomor seni," kata dia.

Baca juga: Viral Soal Venue dan Makanan Atlet PON XXI, Menpora Lapor Bareskrim, Diduga Ada Penyelewengan

Sehingga hal ini menurut Slamet, akan berdampak terhadap pembinaan ke depan mengingat didominasi dan (medali) diborong oleh tim DIY sebagai pendiri awal Hapkido di Indonesia, di semua nomor, yakni 6 nomor.

"Kecuali nomor khusus dari nilai yang terukur, yaitu Waljang Nakbob (lompatan tinggi) teknik melewati atau ketinggian rintangan," tuturnya.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat, kata Slamet, ke depannya  harus menjadi pertimbangan dan evaluasi sebagai bahan renungan dalam pertandingan khususnya PON.

"Jangan sampai daerah-daetah lain berpikir untuk tidak akan pernah ikut pada nomor seni, mengingat akan percuma dan sia-sia melakukan pembinaan karena hasilnya tidak akan sesuai dengan harapan, dihadapkan dengan sebelum bertanding sudah diketahui (juaranya)," ucapnya.

Mudah-mudahan kata dia, ke depan bisa lebih baik lagi.

"Mudah-mudahan ke depannya tak seperti itu, tapi lebih objektif, menjunjung tinggi sportifitas, sehingga seluruh tim merasa puas," ucapnya. (*)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved