Ragam Pasar Antik Cikapundung, Harta Karun Barang Vintage di Bandung

Saat memasuki lorong kios pengunjung bisa menemukan berbagai barang vintage seperti lukisan, kaset pita, kamera judul, cangkir, guci hingga lukisan. 

Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
nappisah
Pasar Antik Cikapundung Bandung jadi surga bagi para pecinta barang antik atau vintage. 

“Sengaja berjualan di sini, guna menciptakan pusat barang antik di Kota Bandung. Jadi terwadahi bagi para kolektor,” kata Yosep. 

Adapun harga yang ditawarkan cukup beragam, tergantung kualitas, kuantitas, keunikan, dan keantikan. 

“Barang yang langka dan peminat banyak, maka harga makin tinggi,” katanya.

Tak tanggung-tanggung, barang yang ditawarkannya didatangkan dari dalam negeri maupun luar negeri, seperti Thailand, Singapura. 

Baca juga: 2 Vespa Antik Dilelang Puluhan Juta, Hasilnya Disalurkan untuk Bantuan ke Palestina

Berawal dari Hobby, Jadi Peluang Raih Cuan Lewat Barang Antik

Yosep mulanya seorang kolektor barang antik, dan barang jadul. Meski awalnya untuk koleksi pribadi, setelah bertahun-tahun barang tersebut menumpuk. 

Alih-alih dinikmati pribadi, dia akhirnya ikut membuka kios di pasar itu. 

Dia menyebut, barang antik maupun jadul memiliki nilai lebih dibanding barang biasanya dan tak sedikit barang tersebut dengan perawatan yang tidak ruwet. 

Terlebih, barang yang memiliki nilai sejarah para kolektor gencar berburu dan menawarkan harga yang tinggi. 

Yosep menjelaskan, kecintaannya terhadap barang jadul tersebut menimbulkan kepuasan batin yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. 

“Banyak katanya barang vintage itu terkesan kuno, tapi menurut para penggemarnya ini berbeda. Pastinya bukan barang pasaran atau disebut barang fomo (mudah diikuti orang-orang,” ujarnya. 

Meski barang dagangannya tidak selalu ada pembeli setiap harinya. Namun, peminat barang vintage saat ini tetap bergeliat. Pasalnya pencinta barang tersebut sudah mulai regenerasi. 

Jadi tidak hanya dari kalangan orang tua saja, tapi anak – anak muda juga banyak berburu barang tersebut. 


“Pastinya barang-barang sekarang juga di masa depan akan menjadi barang jadul bahkan antik sekalipun. Jadi regenerasi,” tutupnya. 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved