Pesta Sabun di Diskotek Brotherhood Bunker Bandung Diprotes, Pemkot Tegur dan Minta Blacklist EO
Diskotik tersebut digerebek petugas usai menggelar pesta sabun karena menuai protes dari masyarakat.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemkot Bandung sudah memeriksa manajemen tempat hiburan malam atau diskotek Brotherhood Bunker dan Event Organizer (EO) yang menggelar pesta sabun.
Pesta sabun adalah acara hiburan yang kontroversial, di mana pesertanya, terutama kalangan remaja, berkumpul untuk menari dan berinteraksi dalam kondisi basah, sering kali disemprot busa atau sabun.
Diskotek Brotherhood Bunker berlokasi di Jalan Rancabentang, Ciumbuleuit, Kota Bandung, Jawa Barat.
Sebelumnya, diskotik tersebut digerebek petugas usai menggelar pesta sabun karena menuai protes dari masyarakat.
Sebab, acara itu dinilai melanggar norma kesusilaan dan berpotensi melanggar Perda Kota Bandung.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas Satpol PP, manajemen Brotherhood Bunker bekerjasama dengan EO untuk mengadakan pesta sabun tersebut.
Baca juga: Satu Tempat Hiburan Malam di Bandung Terancam Disegel karena Gelar Pesta Sabun, Disidak Erwin
"Satpol PP menyimpulkan bahwa ini ada kelalaian, dan mereka diminta untuk membuat surat penyataan, tidak akan mengulangi dan memblacklist EO tersebut," ujarnya di SMPN 1 Bandung, Kamis (28/8/2025).
Atas hal tersebut, kata Erwin, manajemen Brotherhood Bunker sudah berjanji tidak akan bekerjasama lagi dengan EO penyelenggara pesta sabun ini, bahkan hal ini juga sudah dituangkan ke dalam surat pernyataan.
Sementara untuk Brotherhood Bunker, kata Erwin, pihaknya sudah memeriksa semua perizinan dan hasilnya lengkap, sehingga manajemen dikenakan sanksi teguran berupa membuat surat pernyataan.
"Kita periksa dari mulai perizinan, izin restorannya ada, izin barnya ada, izin klubnya ada, izin diskotiknya juga ada. Akhirnya, periksa juga minuman-minuman yang dijual di sana apakah dengan pajak tidak, ternyata ada," kata Erwin.
Dengan izin yang komplit tersebut, Pemkot Bandung pun akhirnya tidak melakukan penyegelan, tetapi hanya diberikan surat peringatan agar ke depannya tidak kembali menggelar pesta sabun.
"Saya bilang kalau salah langsung segel saja. Cuma kemarin itu karena izinnya kumplit, minumannya ada pajak, jadi (kesalahannya) hanya kelalaian seperti itu," ucapnya.
Erwin mengatakan, pengerebekan Brotherhood bungker itu dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat yang merasa resah dengan adanya pesta sabun, kemudian laporan itu langsung ditindaklanjuti.
"Kita sudah datang ke Brotherhood Bunker itu karena saya mendapatkan laporan, Pak Wali juga kontak saya. Masyarakat juga banyak kontak saya, akhirnya saya dengan Forkopimda, dengan Satpol PP ke sana," kata Erwin.(*)
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
| Dari Bandung untuk Indonesia: Kisah 7 Tahun Marketlab Id Tumbuh Bersama Ratusan Bisnis |
|
|---|
| Cara PVJ Bandung Kelola Sampah Mandiri Sejak 2014: Integrasi 350 Tenant, Produksi Pupuk Organik |
|
|---|
| Tren Foto Studio di Bandung: Dari Gaya Hidup hingga Kebutuhan Konten Media Sosial yang Menarik |
|
|---|
| Kejurnas Karate Piala Ketum PB Forki IV 2026 di Bandung: 1.241 Atlet Berebut Tiket Internasional |
|
|---|
| Antisipasi Kemacetan di Bandung usai Nobar Persib vs Persija, Polisi Bakal Siaga di Sejumlah Jalur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Petugas-gabungan-yang-dipimpin-Wakil-Wali-Kota-Bandung-Erwin-Brotherhood-Bunker.jpg)