Energi Generator Penggerak Penyelamat Abrasi Jawa Barat dari Karawang
Energi Suhaeri bagaikan generator penggerak bagi para penyelamat pesisir Pantai Utara (Pantura), Jawa Barat dari ancaman abrasi.
Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Kisdiantoro
Perang batin muncul dari Suhaeri untuk menyelamatkan desanya dari cobaan sang pencipta karena manusia lalai untuk melestarikan alam.
Dia pun mulai mengumpulkan bibit mangrove liar yang kemudian dia tanam dan rawat di sana. Meski dia harus pulang penuh lumpur, bahkan ditinggalkan istrinya untuk menjadi buruh migran kesal kepada Suhaeri tidak memiliki penghasilan.
Setiap hari dia tanam 20 tanaman mangrove. Serta merawat dengan membersihkan sampah yang menempel pada batang mangrove. Dua tahun kemudian usahanya berhasil, banyak mangrove yang bertahan hidup dan banyak menginspirasi keluarga serta teman-temannya untuk membantu dan mendukung Suhaeri.
Saat itu dia mengaku, masih belum puas. Pasalnya, daratan yang tercipta hanya lumpur. Kemudian PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) mengajak Suhaeri untuk bekerjasama. PHE ONWJ akan membantunya untuk membuatkan pemecah ombak.
Awalnya PHE ONWJ menyiapkan geobak, bantalan yang harus diisi pasir dan di pasang di tengah laut sebagai pemecah ombak. Namun cara itu tidak berhasil dan justru merusak lingkungan.
Akhirnya ban bekas dipilih. PHE ONWJ mengajak warga untuk membuat appostrap sebagai pemecah ombak. Mereka susun ban-ban bekas itu dengan tali hingga berbentuk segi empat yang kemudian mereka gabungkan dengan Appostrap yang telah dirangkai hingga memanjang 600 meter. Alhasil banyak pasir pecahan terumbu karang terperangkap.
Suhaeri pun kemudian mengangkatnya setiap hari hingga menjadi daratan.
Kini Wisata Mangrove Pasirputih terbentang seluas 500 meter persegi dan menjadi salah satu sumber ekonomi sekaligus pelindung bagi masyarakat sekitar.
“Terpenting adalah tetap berusaha, tidak boleh menyerah dan konsisten. Dan jangan mau programnya saja dari Pertamina,” kata dia.
Berinovasi Menggabungkan Teknologi
Tak puas hasil sampai saat ini, Suhaeri pun mulai menggabungkan teknik penanaman mangrove dengan hak paten sederhana Appostrap PHE ONWJ. Dia mencoba di atas lahan yang masuih terendam seluas 20x20 meter yang berada di Wisata Mangrove Pasirputih.
“Ini lahan percobaan saya. Sudah saya tanam sekitar satu tahun yang lalu,” kata dia.
Tekniknya pertama memasang Appostrap terlebih dahulu. Setelah Appostrap berhasil menangkap sedimentasi seluas dua meter, kemudian Suaheri memasang kotak kayu berukuran 4x4 di belakang Appostrap, yang kemudian dia tanami bibit 400 mangrove di dalam kotak.
“Ada lima kotak, masing-masing 400 bibit,” kata dia.
Uji coba yang dilakukan Suhaeri pun cukup sangat memuaskan. Selain menumbuhkan mangrove, Suhaeri mengaku tidak lagi harus mengangkat pasir dari Appostrap. Dia menunjukkan daratan baru sudah terbentuk kembali seluas yang dia coba.
Penanggung Jawab Program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) PHE ONWJ Iman Teguh mengungkapkan, TJSL yang dilakukan Pertamina tidak ingin hanya bersifat filantropi atau hanya charity semata. TJSL yang dilakukan harus sangat bermanfaat untuk masyarakat seperti memberikan efek ekonomi, kelestarian lingkungan dan keberlanjutan untuk masyarakat.
| Dedi Mulyadi Siapkan Wajah Baru Tuparev Karawang, Jadi Koridor Budaya dan Kawasan Kota Tua Sunda |
|
|---|
| 8 Warga Karawang Telantar di Kebun Tebu Sumsel, Diduga Korban TPPO, Kini Sudah Dipulangkan |
|
|---|
| Karawang Kebagian Proyek Giant Sea Wall, Bupati Aep: Abrasi hingga Rob Bisa Teratasi |
|
|---|
| Bawaslu Karawang Siapkan Pemilih Cerdas 2029: Gencarkan Pendidikan Politik bagi Kalangan Pelajar |
|
|---|
| Ribuan Buruh Karawang Serbu Jakarta, 264 Bus Dikawal Ketat Kepolisian Hingga Gedung DPR |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Penahan-Abrasi-di-Karawang.jpg)