Rabu, 13 Mei 2026

Energi Generator Penggerak Penyelamat Abrasi Jawa Barat dari Karawang

Energi Suhaeri bagaikan generator penggerak bagi para penyelamat pesisir Pantai Utara (Pantura), Jawa Barat dari ancaman abrasi.

Tayang:
Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Kisdiantoro
Tribun Jabar/Cikwan
Warga membuat penahan terjangan gelombang pantai yang menyebabkan abrasi. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID,KARAWANG- Masju tangannya mengangkat ke atas dan menunjuk tengah laut. Dia bercerita jika pada tahun 1980-an jika tempat tersebut merupakan sebuah pemukiman yang juga letak rumahnya bernama Kampung Muara 1, Desa Ciparagejaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang.

Pria berusia 48 tahun tersebut bercerita pada Tahun 1983 Kampung Muara 1 tenggelam karena abrasi. Jaraknya dari daratan saat ini sekitar 1 kilometer. Sebanyak 30 rumah kepala keluarga itu harus mengungsi.

Kemudian di Tahun 1985 mereka pun mendapatkan bantuan. Ketika itu seorang pejabat Pemerintah Kabupaten Karawang yang mereka kenal bernama Bademan, mendorong pemerintah untuk membelikan tanah dan bangunan.

Warga pun mendapatkan lahan 6x8 meter dan mendapatkan bahan bangunan dari kayu dan bambu untuk dibangunkan rumah dari Kementerian Sosial. Untuk mengenang nama pejabat itu pun warga memberikan nama kampung tersebut Bademan.

“Kalau rumah yang tenggelam itu lumayan luas. Sekitar 10x10 meter, tetapi kami bersyukur dapat rumah baru,” kata Masju di Kampung Muara 1, Selasa, 20 Agustus 2024.

Di Kampung Muara 1, daratan saat ini telah kembali sekitar 20 meter dari bibir laut. Masih jauh dari 1 kilometer yang tenggelam. Namun Upaya terus dilakukan oleh warga Muara 1. Hasil itu mereka lakukan usai mereka belajar cara menanam mangrove dan appostrap dari pria bernama Suhaeri warga Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon.

PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) membantu mereka menyiapkan kurang 10 ribu ban bekas setiap tahunnya. Mereka pun membuatnya menjadi appostrap sepanjang 800 meter. 

“Ciparagejaya ini ada tiga dusun yang terdampak abrasi yakni Muara 1, muara 2 dan Pulaujaya. Panjang kurang lebih 900 meter dan baru terpasang appo itu 800 meter. Saat ini kita masih terus berusaha. Semoga bisa mencontoh dan berhasil seperti Pak Suhaeri,” kata dia.

Energi Suhaeri jadi Penyemangat untuk Penyelamat

Energi Suhaeri bagaikan generator penggerak bagi para penyelamat  pesisir Pantai Utara (Pantura), Jawa Barat dari ancaman abrasi.

Pria berusia 58 tahun itu berhasil menciptakan daratan baru melalui penanaman mangrove dan menerapkan teknologi appostrap sebagai perangkap sedimentasi di Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Setiap tahun, Suhaeri mengaku menerima kunjungan sejumlah pegiat konservasi mangrove yang berada di pesisir utara Jawa Barat. Seperti dari Kabupaten Subang, Indramayu, Bekasi, dan termasuk dari wilayah Kabupaten karawang.

“Empat tahun terakhir ini, saya menerima kunjungan dari teman-teman untuk apa saya lakukan untuk melindungi desa saya,” kata Suhaeri di Wisata Mangrove Pasirputih, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Selasa, 20 Agustus 2024.

Wisata Mangrove Pasirputih merupakan hasil karya Suhaeri yang dimulai sejak 8 tahun lalu. Tempat itu dulunya bukanlah daratan, melainkan lautan dari daratan yang dilanda abrasi. Saat itu, setiap hari ombak-ombaknya menghantam tembok rumah warga.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved