Ketua DPRD Garut Kesal Kaca Gedung DPRD Pecah Dirusak Mahasiswa Pengunjuk Rasa Revisi UU Pilkada
Menurutnya, pihak DPRD sebenarnya sudah terbuka dan bersedia menerima aspirasi mahasiswa dengan cara yang baik dan tertib.
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Mereka menuntut untuk diizinkan masuk ke aula rapat guna melakukan dialog langsung dengan anggota DPRD.
"Kami hanya ingin memastikan bahwa revisi UU Pilkada dibatalkan. Izinkan kami masuk untuk berdialog!" seru salah satu koordinator aksi di depan massa.
Setelah negosiasi yang cukup lama, sejumlah mahasiswa diperbolehkan masuk ke halaman gedung. Namun, ketegangan meningkat ketika mahasiswa meminta akses ke dalam ruang rapat, sementara barisan polisi dengan perlengkapan lengkap berjaga di depan pintu masuk.
Situasi memuncak saat negosiasi antara mahasiswa dan polisi berjalan alot. Beberapa mahasiswa melempari pintu gedung dengan batu dan botol air mineral, memicu bentrokan antara aparat dan demonstran.
Pantauan Tribunjabar.id terdapat kerusakan akibat lemparan batu pada pintu masuk gedung DPRD yang terbuat dari kaca.
Polisi terpaksa memukul mundur massa yang mencoba mendekati pintu masuk dengan lebih agresif. Seluruh mahasiswa kemudian berlarian meninggalkan halaman gedung.
Salah seorang mahasiswa terdengar berteriak "Mundur! Mundur!"
| Kembalikan Marwah Partai, Muscab PPP Garut Ke-10 Digelar di Pesantren Zawiyah |
|
|---|
| Update Kasus Buzzer Fitnah Pengusaha Skincare HS: Dua Tersangka Asal Garut Segera Disidang |
|
|---|
| Kisah Pilu Bocah 12 Tahun di Garut Jadi Korban Kebejatan Ayah Kandung, Pelaku Ditangkap Polisi |
|
|---|
| Kartini di Papadayan: Pesona Pendaki Perempuan Berkebaya Kibarkan Merah Putih Raksasa |
|
|---|
| Semangat Kartini Membara di Puncak Papandayan Garut: 75 Perempuan Kibarkan Merah Putih Raksasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Jendela-pintu-kaca-di-Gedung-DPRD-Garut-pecah.jpg)