Minggu, 12 April 2026

Perguruan Tinggi di Jabar Didorong Akreditasi Internasional, Link and Match dengan Kampus Luar

Kampus-kampus di Jawa Barat kian memperkuat sinergi untuk bekerjasama dengan kampus luar. 

Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
istimewa
Rektor Unsika, Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, M.Sc, memberikan cenderamata kepada Kepala Kerjasama Internasional Universitas Deakin, Prof. Wanty Widjaya, Ph.D.  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kampus-kampus di Jawa Barat kian memperkuat sinergi untuk bekerjasama dengan kampus luar. 

Salah satunya Universitas Karawang membidik Universitas Deaki untuk link and match yang menjadi tonggak penting antar perguruan tinggi. 

“Ini sebagai penjajakan awal membangun kerjasama dengan Universitas Deakin khususnya, dan beberapa kampus lain di Australia. Karena ini sebagai penjajakan, maka kita akan melihat dulu sejauhmana potensi atau link and match antara Unsika denganDeakin of University,” ujar Rektor Unsika, Prof. Dr.H. Ade Maman Suherman, M.Sc, pada Minggu (18/8/2024). 

Dalam rencana kerjasama internasional tersebut, pihaknya melakukan  pengembangan Tri Dharma PerguruanTinggi, dan pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) antar kedua universitas 

Hematnya, pertemuan untuk penjajakan kerjasama kedua universitas ini, diharapkan mampu mendorong percepatan akreditasi internasional Unsika. 

Rencananya akan melakukan penjajakan kerjasama dengan KBRI di Australia, khususnya pada Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Australia, terkait penguatan program Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA). 

Selain penguatan akreditasi  internasional, kerja sama lintas peguruan tinggiantar negara diharapkan sinergi terutama dalammengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, di bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. 

Baca juga: Tiga Kampus di Cirebon Resmi Bergabung Menjadi Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan

 “Ini sangat penting karena ada kaitannya dengan IKU 8. Karena itu diwajibkan seluruh dosen dapat melaksanakan IKU dengan baik, sebagai instrument penilaian kinerja yang harus dilaksanakan kemudianmendapatkan penilaian kinerja dari Kemendikbudristek,” ujarnya. 

Selain itu, di bidang pendidikan, pihaknya menggandeng sekolahScotts Head Public School, New South Wales, Australia, yang dihadiri Kepala Sekolah Annette Baxter, sebagai langkah awal penjajakan MBKM.

Sementara itu, Kepala Kerjasama Internasional Universitas  Deakin Australia, Prof. Wanty Widjaya, Ph.D, mengatakan meskipun Unsika universitas baru, tetapi pihaknya senang karena mendapat pencerahan global tentang pendidikan di Asia khususnya di Indonesia. 

“Saya berharap ada pertemuan lanjutanuntuk membahas kolaborasi kerjasama secara lebih detail dan saling memberikan benefit kepada kedua belah pihak,” ujarnya. 

Dekan FKIP Unsika, Prof. Dr. H. Sutirna, menyebutkan bahwa rencana kolaborasi yang dilakukanUnsika dengan Universitas Deakin Australia, termasukjuga membahas agenda pertukaran professor (visiting professor). 

“Langkah ini sangat strategis, dan kita akanbanyak menimba ilmu pengetahuan baru khususnya di bidang pendidikan dari para ahli atau expert dari Australia. Selain mengajar, mereka memberikan kuliah umum, juga melakukan kolaborasi riset secara bersama,” ujarnya. 

Dia mencontohkan, nantinya publikasi hasil penelitian  dapat terindeks dilembaga pengindeks dunia seperti WoS, ElseiverScopus, DOAJ, IEEE Xplore, dan lain-lain. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved