Kamis, 7 Mei 2026

Mengenal Busur Sunda, Sumber Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 8, Pernah Terjadi 1994 dan 2007

zona penunjaman Busur Sunda yang terletak di selatan Jawa saat ini cukup aktif yang dibuktikan dengan sering terjadi gempa bumi.

Tayang:
PVMBG Badan Geologi
Zona penunjaman Busur Sunda dengan beberapa kejadian gempa bumi magnitudo besar 

TRIBUNJABAR.ID - Isu mengenai gempa bumi megathrust di Indonesia kembali mencuat setelah Pemerintah Jepang mengumumkan peringatan gempa bumi megathrust di Negara Matahari Terbit tersebut beberapa hari lalu.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pun menyatakan bahwa isu tentang gempa bumi megathrust dan potensi terjadinya tsunami ini muncul berkali-kali, dari mulai 2004, 2018, 2022 dan terakhir 2024.

Penyelidik Bumi Utama PVMBG pada Badan Geologi, Supartoyo, mengatakan isu tersebut kemudian berkembang menjadi kekhawatiran dan keresahan masyarakat. Hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat dalam menerima informasi tersebut.

Padahal semestinya, kata Supartoyo, data dan informasi tersebut dijadikan pedoman untuk meningkatkan upaya mitigasi gempa bumi dan tsunami, bukan menimbulkan kegusaran di tengah masyarakat.

Supartoyo mengatakan warga Indonesia harus mengetahui tentang zona penunjaman yang merupakan sumber gempa bumi utama di Indonesia. Zona ini membentang mulai dari barat Pulau Sumatera, selatan Jawa, hingga Bali dan Nusa Tenggara, laut Banda, utara Papua, utara Sulawesi, timur Sulawesi Utara dan barat Halmahera

Kemudian, ada juga zona penunjaman yang membentang di barat Pulau Sumatera, selatan Jawa hingga Bali dan Nusa Tenggara, yang dikenal dengan nama Busur Sunda

"Berdasarkan catatan Badan Geologi, selama tahun 2022 telah terjadi beberapa kejadian gempa bumi di selatan Banten dan Jawa Barat yang berkaitan dengan aktivitas pada zona penunjaman (megathrust dan intraslab)," kata Supartoyo melalui siaran digital dari website resmi PVMBG, Jumat (16/8/2024).

Baca juga: Potensi Gempa akibat Sesar Lembang Terus Dipantau BRIN, Ini yang Harus Dilakukan Warga Bandung Raya

Ia mengatakan zona penunjaman Busur Sunda yang terletak di selatan Jawa saat ini cukup aktif yang dibuktikan dengan sering terjadi gempa bumi.

Menurutnya, gaya tektonik yang bekerja pada zona penunjaman tentu akan terjadi penumpukan energi, dan suatu ketika energi tersebut akan dilepas menjadi gempa bumi.

Berdasarkan referensi yang dikumpulkan melalui catatan Newcomb dan McCan pada 1987, juga Okal pada 2012, dilengkapi catatan Badan Geologi, kejadian gempa bumi di Busur Sunda setelah tahun 1900 pernah terjadi pada tahun 1903 (M 7,9), 1921 (M 7,3), 1937 (M 7,2), 1994 (M 7,8) dan 2007 (M 7,7).

"Menurut perhitungan para ahli kebumian, gempa bumi bersumber dari zona penunjaman Busur Sunda terutama dari zona megathrust di selatan Jawa diperkirakan kekuatannya mencapai magnitudo delapan, sehingga diperkirakan berpotensi terjadi tsunami," katanya.

Supartoyo mengatakan data tersebut dipergunakan untuk melakukan pemodelan bahaya gempa bumi dan tsunami dengan kondisi kasus terburuk guna mendukung upaya mitigasi gempa bumi dan tsunami. Hal ini dilakukan juga oleh Badan Geologi dalam menyusun Peta Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi (KRBG) dan Peta Kawasan Rawan Bencana Tsunami (KRBT).

"Kejadian gempa bumi dan tsunami hingga kini belum dapat diramal menyangkut waktu, kekuatan, dan lokasinya, sehingga upaya terbaik yang dapat dilakukan adalah melalui peningkatan upaya mitigasi yang dilakukan secara struktural dan non struktural," katanya.

Ia menjelaskan bahwa mitigasi struktural dilakukan melalui pembangunan fisik untuk dapat mengurangi jenis-jenis bahaya  gempa bumi dan tsunami. Mitigasi non struktural dilakukan dengan meningkatkan kapasitas pemerintah setempat dan penduduk yang bermukim dan beraktivitas di KRBG dan KRBT guna menghadapi ancaman potensi bencana gempa bumi dan tsunami.

"Badan Geologi turut berperan dalam upaya mitigasi gempa bumi dan tsunami melalui penyediaan data dasar berupa peta KRBG dan peta KRBT, selain itu juga Badan Geologi melakukan kegiatan sosialisasi dan simulasi gempa bumi dan tsunami," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved