Minggu, 26 April 2026

Potensi Gempa akibat Sesar Lembang Terus Dipantau BRIN, Ini yang Harus Dilakukan Warga Bandung Raya

Peneliti BRIN Edi Hidayat menyampaikan bahwa Pulau Jawa bagian barat, khususnya Jabar, itu daerah rawan geologi, salah satunya gempa bumi.

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Hermawan Aksan
jurnal.unpad.ac.id
Ilustrasi sesar di Jawa Barat, ada Sesar Lembang sampai Sesar Baribis. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Kebencanaan Geologi sudah meriset gempa bumi di seluruh Indonesia dengan berfokus mencari sumber-sumber potensinya.

Peneliti BRIN Edi Hidayat menyampaikan bahwa Pulau Jawa bagian barat, khususnya Jabar, itu daerah rawan geologi, salah satunya gempa bumi.

BRIN pun terus meneliti patahan alias sesar-sesar yang berpotensi menjadi sumber gempa, termasuk Sesar Lembang.

"Kami di BRIN sudah riset gempa bumi tak hanya Jabar tapi se-Indonesia. Datanya sudah relatif lengkap walau masih perlu penelitian lebih lanjut guna mencari patahan atau sesar aktif yang berpotensi menjadi sumber gempa di masa depan," ujarnya, Minggu (12/5/2024).

Sesar Lembang merupakan sesar aktif yang memotong batuan vulkanik berumur muda (kuarter) dan membentang dengan arah barat-timur melintasi Desa Cibodas, Maribaya, Lembang, sampai daerah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Edi mengingatkan adanya potensi dari sesar-sesar lainnya yang ditemukan di sekitar Bandung dan perlu penelitian lebih lanjut.

“Salah satu contoh sesar yang menjadi sumber gempa di Cianjur, sesar di Sumedang, sesar-sesar di Garut Selatan, dan sesar Baribis di Subang bagian utara."

"Sesar Cianjur itu sebelumnya tidak terpetakan walau sejarah aktivitas kegempaannya ada tetapi sesar itu tidak tampak di permukaan, berbeda dengan sasar Lembang,” kata Edi.

Edi menjelaskan, sesar-sesar lokal yang segmennya relatif pendek ini belum terpetakan dengan baik, tetapi aktivitas kegempaannya harus diwaspadai meski di luar Bandung tetapi dampaknya akan tetap terasa.

“Tahun ini kami ditugasi untuk memetakan sesar aktif atau berpotensi aktif di Jawa bersama dengan lembaga lain, seperti BMKG dan Perguruan Tinggi."

"Sedangkan untuk Sesar Lembang, penelitian tetap dilakukan untuk melengkapi data geologi maupun geofisika, dan yang terakhir BRIN telah bekerjasama dengan EOS Singapura dengan sudah memasang alat geodetik untuk mengukur seberapa besar sesar tersebut mengalami pergerakan,” ujarnya.

Masyarakat, katanya, harus mencari informasi yang benar terkait sesar Lembang dari sumber yang dapat dipercaya, lalu mulailah peduli dengan membangun infrastruktur yang tahan gempa atau mulai mempersiapkan peralatan sederhana, seperti tas yang diisi obat-obatan, senter, pluit dan makanan ringan sebagai langkah sederhana dalam tanggap bencana. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved