Tekan Inflasi , Pemkot Tasikmalaya Gencar Gelar Wangsit dan Gerakan Pangan Murah
GPM tersebut merupakan salah satu dari program Warung Stabilisasi Inflasi Kota Tasikmalaya (Wangsit) yang saat ini tengah gencar digenjot pemkot.
Penulis: Aldi M Perdana | Editor: Kemal Setia Permana
Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M Perdana
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di pelataran kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) setempat pada Selasa (13/8/2024).
GPM tersebut merupakan salah satu dari program Warung Stabilisasi Inflasi Kota Tasikmalaya (Wangsit) yang saat ini tengah gencar digenjot pemkot.
Asisten Daerah II Pemkot Tasikmalaya, Tedi Setiadi, mengaku program Wnagsit mampu membuat inflasi Kota Santri terkendali.
"Tentu kegiatan Ini kaitannya dengan pengendalian inflasi. Jadi, alhamdulillah, kami setelah melakukan beberapa upaya, inflasi kita terkendali. Nah, salah satunya kegiatan ini, Gerakan Pangan Murah," kata Tedi, Selasa (13/8/2024).
Baca juga: Begini Cara PT KAI Daop 2 Bandung Kurangi Penggunaan Botol Plastik Minum di Stasiun
Tak hanya GPM, upaya pengendalian inflasi dengan program Wangsit juga pernah menggelar Gerakan Pasar Murah Rakyat, yang menurut Tedi, telah dilakukan sebanyak 10 kali. Lalu, Operasi Pasar Murah pun sempat digelar sebanyak 35 kali.
"Seluruh kegiatan itu dilaksanakan di semua kecamatan Kota Tasikmalaya. Tentu, Wangsit ini dalam upaya agar masyarakat mudah mendapatkan komoditas kebutuhannya, kemudian harga-harganya juga terjangkau," jelasnya.
Contohnya jika harga beras di pasaran tinggi, maka masyarakat bisa membeli di kecamatannya masing-masing.
"Karena harga berasnya sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi," ujar Tedi.
Selain beras, Tedi juga mengungkap, program Wangsit pun menyediakan kebutuhan lainnya.
"Seperti yang dari para Kelompok Wanita Tani, selain beras, ada juga cabai, minyak goreng, bawang merah, bawang daun, tomat, dan lain-lain. Harganya juga murah," katanya.
Oleh sebab itu, Tedi berharap masyarakat tidak perlu panic buying.
Baca juga: CERITA Farhat Abbas Sambil Terisak Merasakan Keanehan Saat Saka Tatal Jalani Sumpah Pocong
"Masyarakat juga tidak perlu repot-repot untuk pergi ke Pasar Cikurubuk atau Pasar Pancasila, cukup datang ke kecamatan masing-masing, karena ada kegiatan Wangsit ini," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung GPM di pelataran kantor DKP3 Kota Tasikmalaya, Amanda (26) mengaku datang ke sana lantaran lokasinya dekat dengan rumahnya.
"Datang ke sini karena dekat rumah, kalau harga ya memang lebih murah," tutur Amanda.
Menurut Amanda, harga beras dan minyak goreng di GPM memang lebih murah dibanding di warung-warung tempat tinggalnya.
"(Selain beras dan minyak goreng) sekarang paling saya mau beli mie (instan) sama bumbu-bumbu buat masak," katanya. (*)
| Jasad Bertubuh Gempal di Sungai Citanduy Sulit Dikenali, Kondisinya Sudah Membengkak |
|
|---|
| BREAKING NEWS Penemuan Mayat Tertelungkup di Tepi Sungai Citanduy, Evakuasi Gunakan Tali Webbing |
|
|---|
| Tasikmalaya Masih Asri, Diky Candra Belum Rencanakan Tambah Hutan Kota, tapi Ingin Buat Hutan Bambu |
|
|---|
| Kompleks Olahraga Dadaha Kota Tasikmalaya Dipasangi CCTV, Minimalisir Tindak Kejahtan |
|
|---|
| Momentum Hari Buruh, PLN Tasikmalaya Dukung Verifikasi Lapangan DTSEN Bersama BPS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Gerakan-Pangan-Murah-GPM-Pemkot-Tasik.jpg)