NASIB PSHT di Jember Setelah Anggotanya Lakukan Hal Memalukan Keroyok Polisi, Sering Bikin Onar

Aksi pengeroyokan yang dilakukan pesilat anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Jember kepada polisi, berbuntut panjang.

Editor: Giri
Ist/tribun jambi
Ilustrasi pengeroyokan. Aksi pengeroyokan yang dilakukan pesilat anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Jember kepada polisi, berbuntut panjang. Kini, polisi melarang PSHT Jember menggelar kegiatan. 

Bayu mengaku juga akan melakukan pembinaan terhadap seluruh organisasi bela diri. Agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

"Kami lakukan pembinaan dan komunikasi berkaitan dengan kegiatan-kegiatan meraka," tuturnya.

Mengenai kasus pengeroyokan, Satreskrim Polres Jember telah memeriksa 22 anggota PSHT yang terlibat.

Dari pemeriksaan sementara, puluhan pesilat mengaku melakukan pemukulan terhadap korban secara spontan tanpa ada unsur kesengajaan.

Para anggota pesilat yang konvoi mengira anggota Pamter PSHT diamankan oleh polisi.

Sehingga polisi malah menjadi sasaran amukan warga hingga pengeroyokan.

Baca juga: Perguruan Silat PSHT dan Kelompok Suporter Bola di Jogja Sepakat Damai Setelah Dua Kali Bentrok

Bayu menjelaskan para pesilat ini melakukan pengeroyokan terhadap polisi menggunakan tangan kosong.

Namun hasil olah TKP, ditemukan batu dan bambu yang ada bercak darah.

"Namun di TKP kami menemukan ada batu, ada bambu yang ada noda tetesan bercak darah. Sehingga kami akan lakukan pengembangan apakah benda itu memang digunakan atau tidak," tegasnya.

Bayu menyayangkan aksi premanisme ini karena setiap ada kericuhan di Jember, pelakunya selalu anggota PSHT. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Persaudaraan Setia Hati Terate di Jember Dibekukan, Buntut Pesilatnya Keroyok Polisi, 13 Tersangka

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved