Dinkes Sumedang Dapat DBHCHT Rp 6,4 M, Baru Realisasi 20,4 Persen 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang mendapatkan kucuran dana bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau ( DBHCHT) t

Penulis: Kiki Andriana | Editor: bisnistribunjabar
tribunpriangan.com/kiki andriana
Dinkes Sumedang Dapat DBHCHT Rp 6,4 M, Baru Realisasi 20,4 Persen 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com, Kiki Andriana dari Sumedang

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang mendapatkan kucuran dana bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau ( DBHCHT) tahun 2024 senilai Rp 6,4 miliar.

Uang itu dipakai untuk membatu warga tak mampu membayar iuran BPJS Kesehatan.

Dana itu juga dipakai untuk penanggulangan stunting, pemberia makanan tambahan untuk bayi, hingga pemeliharaan Puskesmas Pembantu (Pustu).

Anggaran tersebut berarti 40 persen dari total anggaran yang diterima Pemerintah Kabupaten Sumedang, atau senilai Rp 20,98 miliar.

Namun, yang diterima Dinkes Sumedang baru terealisasi sebagian kecilnya. Yakni, baru mencapai 20,4 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang dr. H. Aceng Solahudin mengatakan membantu iuran Penerima Bantuan Iuran (PBI) BBPJS Kesehatan adalah yang paling besar alokasinya. 

"Hingga saat ini realisasi anggaran DBHCHT di Dinas Kesehatan baru mencapai 20,4 persen. Dan alokasi yang terbesar untuk pelaksanaan pembayaran iuran PBI BPJS," kata Aceng, Kamis (18/7/2024). 

Aceng menegaskan, pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari DBHCHT 2024 terus berlangsung. 

"Sudah mulai berjalan," katanya. 

Aceng Solahudin menyampaikan semua penggunaan anggaran itu, sudah sesuai dengan petunjuk penggunaan anggaran, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 215/PMK.07/2021.

"Alhamdulillah, DBHCHT on the track (sesuai aturan)," katanya.

Aceng mengatakan, memang sebagian besar dari DBHCHT untuk bidang kesehatan, diserap oleh keperluan membayar iuran PBI BPJS Kesehatan. 

Anggaran DBHCHT juga digunakan juga untuk kegiatan non fisik seperti penanganan stunting dan untuk PMT bayi dan balita. Serta untuk pengendalian dan penanggulangan penyakit," katanya. 

Sementara untuk yang sifatnya kegiatan fisik, tambah Aceng,  yaitu digunakan untuk pemeliharaan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang tersebar di sejumlah Desa di Kabupaten Sumedang.

"Upaya ini kami lakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Sumedang," ucapnya.

 

 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved