''Tapi Harus Main di Rumah,'' Ini Modus Pelaku Pelecehan Anak di Purwakarta, Tawari Paket Internet
Jumlah korban pelecehan yang dilakukan oleh pria berinisial AD (32) di Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat terus bertambah.
Penulis: Deanza Falevi | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi
TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Jumlah korban pelecehan yang dilakukan oleh pria berinisial AD (32) di Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, terus bertambah.
Jumlah tersebut terus bertambah setelah kasusnya terungkap dan pelaku ditangkap Jajaran Satreskrim Polres Purwakarta di Rest Area KM 62 B, Tol Jakarta-Cikampek, Karawang pada Minggu (7/7/2024) malam.
“Total sementara untuk saat ini ada 11 korban, usianya rata-rata di bawah 10 tahun. Kejadiannya ternyata sudah lama sejak lima tahun ke belakang, yaitu dari tahun 2019 dan baru terungkap sekarang,” kata kepala desa (kades) setempat, Yayan Sahrodi kepada wartawan, Selasa (9/7/2024).
Ia menyebutkan, kasus pencabulan terhadap anak tersebut awalnya dilaporkan oleh salah seorang korban melalui orangtua ke kepala desa.
Baca juga: Ngeri, Bocah di Tangerang Lakukan Pelecehan Seksual Sesama jenis ke Sesama Bocah, Korbannya Belasan
"Kemudian disusul korban yang lain. Setelah terkumpul, kami bersama perangkat desa lain langsung melaporkan tindakan pelaku kepada polisi," ucapnya.
Ia mengatakan bahwa warga setempat mengaku tidak menyangka pelaku berinisial AD (32) tega berbuat asusila kepada anak laki-laki.
Menurut Yayan, pelaku dikenal orang yang berperilaku normal, ramah, sopan, dan tidak pernah melakukan kriminalitas.
Akan tetapi, lanjut Yayan, psikologis pelaku terganggu karena tidak mengenal ayah sejak kecil dan baru saja kehilangan sosok ibu.
“Setelah dilakukan penyelidikan ternyata pelaku juga pernah jadi korban (pelecehan seksual) dulunya," ucap Yayan.
Menurut keterangan warga, Yayan menyebutkan, pelaku diduga melakukan pelecehan seksual hingga pencabulan di beberapa tempat. Aksi bejat yang dilakukan oleh AD itu diduga terjadi, di rumah pelaku, di lapangan bahkan di kawasan sekolah keagamaan di desanya.
Yayan mengatakan, pelaku mendekati para korban dengan memberikan uang Rp 5.000 hingga 20.000. Selain itu, lanjut Yayan, korban juga diming-imingi pembelian paket internet agar bisa bermain gim online.
"Korban juga dibelikan paket internet, tapi dengan beberapa syarat seperti main gimnya harus di rumah pelaku," ujarnya.
Baca juga: BEJAT, Pria Asal Purwakarta Ini Mangsa 9 Murid SD Sejak 2019, Sudah Dijebloskan ke Dalam Sel
Saat ini, korban diakui masih mengalami trauma akibat perbuatan pelaku. Yayan mengaku telah berkomunikasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Dinas Sosial Purwakarta untuk menangani para korban.
"Para korban nanti akan mendapatkan pendampingan oleh ahlinya, yakni para psikolog dari Dinsos Purwakarta agar trauma itu hilang dan korban tidak melakukan hal serupa di kemudian hari," ucap Yayan.
korban pelecehan
Kabupaten Purwakarta
Tol Jakarta-Cikampek
Polres Purwakarta
Yayan Sahrodi
pelecehan seksual
| Kebijakan Baru di Purwakarta: ASN dan Pegawai Non-ASN Wajib Naik Transportasi Umum Tiap Rabu |
|
|---|
| Truk Terbakar di Tol Cipularang KM 93, Ledakan Beruntun Picu Kepanikan dan Kemacetan Panjang |
|
|---|
| Truk Bermuatan Gas Alam Terbakar Hebat di Tol Cipularang KM 93 Purwakarta, Sempat Terdengar Ledakan |
|
|---|
| Syukuran Jalan Mulus, Warga Bojong Purwakarta Gelar Festival Liwet Seribu Kastrol di Jalan Desa |
|
|---|
| Situ Cigangsa Purwakarta Diserbu Aksi Bersih, Pramuka dan Warga Bersatu Angkat Sampah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Ketua-RW-setempat-saat-menunjukan-rumah-pelaku.jpg)