Kamis, 16 April 2026

Emak Emak Curhat ke Kang Arfi, Minta Kemudahan Anak-anak Masuk Sekolah Negeri

Wanti, salah seorang warga mengeluhkan soal proses PPDB yang dirasa menyulitkan orangtua.

Penulis: Tiah SM | Editor: Siti Fatimah
istimewa
Puluhan ibu-ibu curhat kepada Bakal Calon Wali Kota (Bacawalkot) Bandung Arfi Rafnialdi saat berkunjung ke Posyandu-B Plamboyan RW 21 Cibeunying Kolot, Kelurahan Sadangserang, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Selasa (9/7/2024). 

TRIBUNJABAR.ID , BANDUNG - Puluhan ibu-ibu curhat kepada Bakal Calon Wali Kota (Bacawalkot) Bandung Arfi Rafnialdi saat berkunjung ke Posyandu-B Plamboyan RW 21 Cibeunying Kolot, Kelurahan Sadangserang, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Selasa (9/7/2024).

Wanti, salah seorang warga mengeluhkan soal proses PPDB yang dirasa menyulitkan orangtua.

"Kang Arfi,  tolong jangan dipersulit jika masuk sekolah negeri sekarang rumit dengan zonasi. Jalur afirmasi juga tidak tepat sasaran," ujar Wanti.

Baca juga: PAC Geruduk DPC Gerindra, Deklarasi Dukung Sonny Salimi jadi Calon Wali Kota Bandung

Sedangkan  Sariah, Ketua RW 21 Kelurahan Sadangserang mengatakan, ada sejumlah aspirasi yang warga sampaikan. Antara lain, meminta pembebasan denda iuran BPJS, mempermudah akses pendidikan dan berharap harga sembako bisa lebih terjangkau.

Sariah berharap  aspirasi warga terkabul. Pertama BPJS yang menunggak bisa dibebaskan dari mandiri ke PBI. 
Kedua, akses sekolah dipermudah terkait PPDB dan sembako, agar tidak mahal.

Sariah mengapresiasi kunjungan Kang Arfi yang mau menyerap aspirasi warga. Ia pun berharap Kang Arfi bisa menjadi wali kota terpilih.

"Perasaan saya lega, alhamdulilah kedatangan bakal calon wali kota. Mudah-mudahan jangan hanya jadi calon tapi jadi wali kota beneran atas izin Allah," ungkapnya.

Baca juga: Bakal Calon Wali Kota Bandung dan Gerindra Silaturahim ke PD Muhammadiyah, Dhani: Minta Doa Restu

Sementara itu, Kang Arfi berkomitmen menyerap semua aspirasi warga yang nantinya bisa digodok menjadi program kerja.

Salah satu yang ia soroti yakni fasilitas Posyandu yang kurang layak. Ia melihat atap bagian teras Posyandu yang sudah lapuk. 

Kang Arfi pun menyayangkan kondisi tersebut. Padahal, para ibu-ibu bersemangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Banyak aspirasi yang disampaikan termasuk penyediaan tempat yang layak Posyandu. Secara fungsional bisa digunakan, tapi tentu kalau dirapikan akan menyemangati warga untuk melaksanakan berbagai kegiatan," ujar Kang Arfi.

Menurut Kang Arfi , di Posyandu A juga masih menggunakan rumah warga, ya semangat kita membangun bersama kalau ada warga yang punya keleluasaan tempat, tenaga, pikiran ya baik juga bisa saling berkontribusi.

Apalagi kalau memang Posyandunya punya tempat yang mandiri dan representatif.

Baca juga: Ummi Siti Oded Bakal Lepas Anggota DPRD Jika Ada Perintah, Siap Jadi Calon Wali Kota Bandung

Kang Arfi, mengatakan, persoalan Posyandu bisa selesai jika program desentralisasi dilanjutkan

Banyak masalah kewilayahan,, yang bisa diselesaikan oleh warga sendiri dengan dukungan dana dari pemerintah.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved