Breaking News

Berita Viral

Kisah Nenek Sarti Bekerja Jaga WC Umum hingga Malam Diupah Rp10 Ribu Per Hari, Suami Terbaring Sakit

Kisah pulu nenek Sarti terpaksa bekerja menjaga WC umum dengan upah Rp 10 ribu per hari karena suaminya terbaring sakit.

Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Kolase Instagram @sayaphati
Kisah Nenek Sarti Bekerja Jaga WC Umum hingga Malam Diupah Cuma Rp 10 Ribu Per Hari, Suami Terbaring Sakit 

TRIBUNJABAR.ID - Meski upah tak sebarapa, apapun dilakukan untuk mencari nafkah dan bertahan hidup.

Itulah yang dirasakan oleh nenek Sarti, seorang lansia berumur 74 tahun.

Nenek Sarti kini terpaksa bekerja sebagai penjaga WC umum dengan upah Rp 10 ribu per hari, karena suaminya terbaring sakit.

Kini kisah pilunya itu menyita perhatian warganet yang simpati dengan nasibnya.

Kisah nenek Sarti ini viral dibagikan akun Instagram @sayaphati, dikutip Tribunjabar.id, Minggu (30/6/2024).

Baca juga: Viral Nasib Mbah Kannut Dilaporkan 4 Anak gara-gara Masalah Warisan, Anak Sulung Tak Menyangka

Dalam video yang diunggah memperlihatkan keseharian nenek Sarti yang bekerja hanya duduk di depan WC umum.

WC umum yang dia jaga pun tampak kumuh berdinding bilik dengan toilet jongkok.

Sekilas bangunan WC umum tersebut tampak seperti gudang.

Namun, di sana terlihat seorang nenek renta yang sabar menunggu orang-orang yang datang ke bilik yang dia jaga.

Di dinding bilik tersebut terdapat tulisan menunjukkan bahwa tempat tersebut adalah WC umum.

Di situlah Sarti duduk menjaga WC umum tersebut.

Tak hanya itu, ternyata Sarti hanya diam karena ia tak bisa mendengar.

Nenek Sarti hanya bisa mengarahkan pengujung WC umum tersebut agar langsung membayar dengan tarif yang tertera yang tertulis di karton merah jambu.

“Mohon uangnya langsung diletakkan di kardus karena saya tidak bisa mendengar,” tulisannya.

Selain tu juga tulisan di karton merah muda tersebut tarif WC umum tersebut, untuk kencing membayar Rp 2000 dan buang air besar Rp 4000.

Dalam video tersebut, nenek Sarti menceritakan kehidupanya sehari-hari tersebut.

Nenek berusia 74 tahun itu mengaku bekerja menjadi penjaga WC umum.

Dari pekerjaannya itu nenek Sarti mengaku hanya diupah Rp 10 ribu per hari.

Ia menceritakan dirinya terpaksa bekerja mencari nafkah karena suami jatuh sakit.

Dalam video tersebut, nenek Sarti berbicara di samping suaminya yang terbaring sakit di kasur.

Terlihat nenek Sarti merawat dan menyuapi suaminya itu dengan makanan seadanya.

Diketahui suami nenek Sarti itu kakek Asmono (75) tahun.

Suaminya itu jatuh sakit setelah jatuh dari sepeda.

Kini, nenek Sarti yang mencari nafkah dan menjadi tumpuan hidup mereka dengan upah Rp 10 ribu per hari.

Dari kisah pilu nenek Sarti tersebut membuat warganet merasa iba dan simpati kepadanya.

Pengunggah akun @sayaphati membuka donasi untuk membantu perekonomian nenek Sarti dan suaminya kakek Asmono.

Namun, donasi tersebut sudah ditutup pada 28 Juni 2024.

Meski begitu, kisah pilu nenek Sarti itu terus menyedot perhatian warganet hingga banjir doa dan dukungan.

Tak sedikit warganet yang prihatin karena penghasilan nenek Sarti Rp 10 ribu per hari tak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari berdua dengan suaminya itu.

Baca juga: Viral Curhat Ibu Cari Keberadaan Anak, Dititipkan ke Panti Asuhan 15 Tahun Lalu, Tak Punya Fotonya

Berikut beragam komentar warganet.

“Ya Allah mudahkan dan lancarkan rejeki nenek sembuhkan kakek, limpahkan perlindungan, keselamatan dan kebahagian dunia akherat kelak, semoga byk yg bantu kakek dan nenek, aamiin ya robbal alamiin”

“Ya Allah 10 ribu buat beli apa zaman skrg,beli nasi juga ga cukup buat berdua”

“Kalau full sebulan hanya dapat 300 ribu guys, itupun kakek sdh sakit skrg”

“Ya Allah selama ini aku kurang bersyukur”

“Tolong pr koruptor d atas sana sering2 liat kek gn,biar gk hobi mkn duit negara yg shrusnya buat ksejahteraan rkyat!!!!bkn mlh mrka makan buat kesejahteraan hrta hedon bermewah2 Marka,” tulis beragam komentar warganet.

Hingga artikel ini dimuat belum diketahui lokasi tempat nenek Sarti itu tinggal.

Kisah Lainnya - Kisah Pilu Abah Oon Penjual Ayam Susuri Jalan Tanpa Alas Kaki, Jualan dari Pagi Belum Ada yang Laku

Inilah kisah pilu Abah Oon, seorang kakek renta penjual ayam, dari pagi jualan dagangan belum laku.

Baru-baru ini kisah pilu Abah Oon ini viral dan menarik simpati warganet.

Hal itu lantaran kisah getir diusianya sudah renta masih semangat mencari nafkah.

Meski berjalan dengan tongkat, Abah Oon masih kuat berjalan untuk berdagang.

Baca juga: Kisah Kakek Dorong Gerobak Keliling Tasikmalaya Cari Rongsokan, Gigih Bertahan Hidup Tanpa Istri

Abah Oon menjualkan ayam milik orang lain di mana ia hanya mendapat untung Rp 5 ribu dari satu ayam yang terjual.

Kisah Abah Oon ini dibagikan akun Instagram @sayaphati, dikutip Tribunjabar.id, Jumat (28/6/2024).

Dalam video yang dibagikan pengunggah mulanya tak sengaja bertemu Abah Oon.

Saat itu terlihat Abah Oon sedang menyusuri jalan sembari menanggung beberapa ayam kampung yang masih hidup, tergantung.

Mirisnya, ia berjalan tanpa alas kaki sembari membawa tongkat.

Diketahui kakek renta bernama Abah Oon itu hendak menjual ayam-ayam tersebut.

“Nangis banget ketemu seorang kakek penjual ayam hidup sebatang kara,”

“Dari pagi berjualan namun belum laku,” tulis narasi video pengunggah.


Saat dihampiri, pilunya Abah Oon mengaku ayamnya itu belum laku dan belum ada yang terjual.

“Icalan hayam, can laku-laku (jualan ayam, belum laku-laku),” ujar Abah Oon.

Terdengar saat bicara, napas Abah Oon terengah-engah seperti sesak napas.

Mata Abah Oon pun berkaca-kaca saat mengaku ayam-ayamnya itu belum laku terjual.

Abah Oon berjualan dari pagi sekira pukul 10 hingga pukul 3 sore.

Namun, ayam-ayamnya itu dari pagi jualan belum laku.

Abah Oon menjual per 1 ekor ayam hanya Rp 30 ribu.

Ternyata ia hanya menjualkan ayam-ayam milik orang lain.

Sementara itu Abah Oon membantu menjualkan ayam-ayam tersebut dengan mendapat untung hanya Rp 5 ribu per ekornya.

Baca juga: Kisah Kakek Rasidi Hilang 2 Tahun, Kini Ditemukan di Hutan, Tangis Keluarga Pecah Tahu Penyebabnya

Hal yang lebih memilukannya lagi, ternyata selama ini Abah Oon hidup sebatang kara.

Diungkap oleh pengunggah, Abah Oon kadang tinggal di rumah saudaranya.

Terkadang ia juga tinggal di rumah kerabatnya yang lain secara keliling.

Melihat kondisi Abah Oon yang sudah renta dan masih berjualan demi bertahan hidup, pengunggah membuka donasi.

Adapun pengunggah mengumumkan donasi tersebut akan ditutup hingga 29 Juni 2024.

Di sisi lain, kisah pilu Abah Oon penjual ayam tersebut menarik simpati warganet.

Tak sedikit warganet memberikan beragam reaksi dan komentar.

Berikut beragam komentar warganet.

“Beliau sendiri, jadi mending di tempatkan di #GriyaLansia agar beliau fokus beribadah dan menikmati masa Lanjut Usianya ditempat yang layak tanpa memikirkan ngejar rezeki”

“Kasian mereka, selain kasian kakekk kasian ayamnya juga, rapuh bgt nangisin kakek ama ayamnya”

“Pas ngmg sama kakek, kakek ada sesak nafas juga karena kelelahan berjalan”

“Banyak yang notice mata kakek sumpah nangis banget”

“Paling gak kuat liat beginian, langsung nangis ya allah”

“Sedikit rezeki yg di sisihkan kalo banyak yg memberi isnyaallah bisa membantu kakek teman2,” tulis beragam komentar warganet.

Hingga artikel ini dimuat pengunggah tak menjelaskan lebih detail mengenai identitas dan alamat lengkap Abah Oon.

Namun, Abah Oon diduga tinggal di wilayah Jawa Barat.

#BeritaViral

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved