Sudah Sepekan Longsor Ancam Putus Jalan Raya Bogor-Sukabumi di SPBU Parungkuda, PUPR Sudah Usulkan
Diketahui, longsor bahu jalan raya nasional itu terjadi tepat di seberang SPBU Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Sudah hampir sepekan Jalan Raya Sukabumi-Bogor terancam terputus akibat bahu jalan raya nasional itu longsor yang terjadi Rabu (12/6/2024) lalu.
Diketahui, longsor bahu jalan raya nasional itu terjadi tepat di seberang SPBU Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Di lokasi, juga terlihat bangunan yang berada di samping kiri dan kanan bahu jalan yang ambles terancam longsor.
Pengawas Lapangan 2.1 PUPR Jawa Barat, Agus Warso, mengatakan, pihaknya telah melakukan penanganan sementara dengan memasang sand bar (gundukan pasir dalam karung) dan memasang cerucup sebagai proteksi dan mengantisipasi adanya longsor susulan.
"Kemarin kan masih penangan sementara, hanya sebatas proteksi ke badan jalan. Cuma kalau untuk sekarang, kamaren baru ditinjau sama tim pelaksanaan, jadi bentuk penanganan permanennya usulannya belum dikunci," ujar Agus saat dikonfirmasi Tribun via telepon, Rabu (19/7/2024).
Agus menjelaskan, pihaknya telah mengusulkan perbaikan bahu jalan ambles yang mengancam jalan raya itu dengan dibuatkan tembok penahan tanah (TPT) dan dipasang bronjong.
Namun, hal itu masih belum bisa dipastikan karena belum ada keputusan dari tim perencanaan.
"Cuma kan keputusannya belum keluar, karena masih didesain dulu sama tim perencanaan. Mungkin ada pengukuran, mungkin ada pengecekan kondisi strukturnya, nah itu kita belum dapat informasinya, baru kemarin hari Jumat ditinjau sama tim perencanaannya," ucap Agus.
Agus menyebut, longsor bahu Jalan Raya Sukabumi-Bogor ini memiliki kedalaman sekitar 4 meter, panjang tanah longsor 8 meter dan lebar bahu jalan yang tergerus berukuran 2 sampai 3 meter.
Agus memastikan, kondisi jalan raya masih bisa dilalui kendaraan.
Diketahui, Jalan Raya Sukabumi Bogor ini merupakan jalur arteri yang kerap dilalui kendaraan berukuran besar.
"Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada perubahan karena struktur aspalnya sendiri tidak berubah, itu kita udah proteksi dengan cerucup sama sand bar (pasir) yang kita karungin, itu kita kasih cerucup di sand barnya sebagai proteksi penanganan, kita tutup pake terpal, jadi tidak tergerus sama hujan lagi," kata Agus.
Untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas di lokasi longsor, PUPR pun telah memasang rambu-rambu lengkap dengan lampu LED sebagai tanda agar terlihat oleh pengendara saat malam hari.
"Nah untuk saat ini kan kita sudah kasih rambu-rambu peringatan di sisi, karena itu posisinya masih di bahu jalan, jadi tidak terlalu ke tengah badan jalan ya, ya mudah-mudahan dengan rambu-rambu yang ada tidak terlalu membahayakan pengguna jalan," ujarnya.
Tak hanya mengusulkan perbaikan dengan dibuatkan TPT dan dipasang bronjong, Agus mengatakan, pihaknya juga meminta agar dilakukan perbaikan menyeluruh di lokasi longsor tersebut, karena terdapat aliran sungai di bawah longsoran.
| Baru Rampung Diperbaiki, Jalan Raya Sukabumi-Banten di Cisolok Kembali Terbelah |
|
|---|
| Satu Keluarga Mengungsi Akibat Longsor di Lembang, Bupati Jeje Ngaku Belum Tahu |
|
|---|
| Banjir dan Longsor Terjang Lembang Bandung Barat, Belasan Rumah Terdampak, 4 Rusak Berat |
|
|---|
| Aksi Heroik Neni Triana Selamatkan Anak saat Longsor di Lembang Bandung Barat, Dapat 36 Jahitan |
|
|---|
| Neni Terluka Dobrak Kaca Jendela, Toren Tetangga Sampai Masuk ke Rumah Korban, Longsor di Lembang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/bahu-jalan-raya-sukabumi-bogor-ambles.jpg)