Senin, 18 Mei 2026

Mengenal Titikoempul, Ekosistem Musik di Kota Bandung

Pegiat seniman di Kota Bandung yang bernama Titikoempul concern membangun keguyuban dan kesejahteraan ekosistem musik di kota Bandung.

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
nappisah
Pegiat seniman di Kota Bandung yang bernama Titikoempul concern membangun keguyuban dan kesejahteraan ekosistem musik di kota Bandung. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pegiat seniman di Kota Bandung yang bernama Titikoempul concern membangun keguyuban dan kesejahteraan ekosistem musik di kota Bandung.

Salah satu inisiator Titikoempul, Zaki Peniti, mengatakan, pihaknya rutin menggelar kajian musik yang hasil karya komposer luar maupun lokal. 

"Utamanya kami ingin membangun keguyuban para musisi dengan adanya jamming session, rearranging, genre collaboration, diskusi, dan tentunya dikemas semenyenangkan mungkin dengan membawa makanan sendiri untuk ngemil dan ngopi," ujarnya, saat ditemui di Gedung Pusat Kebudayaan, Rabu (12/6/2024) malam. 

Baca juga: Lewat Berbagi Musik, J-Rocks dan Kopi Bajawa Flores Bagi Kado Yatim

Hal tersebut bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat, komunitas, serta menjalin kebersamaan berintegritas saling membahu dengan alat terpentingnya yakni "Kreativitas dan Seni". 

Zaki menjelaskan, sejak akhir tahun 2022, Titikoempul melakukan kegiatannya melalui Kajian Musik Sting lebih dari 33
episode. 

"Berkolaborasi melibatkan lebih dari 30 musisi dari genre musik berbeda termasuk beberapa komunitas musik didalamnya," tuturnya. 

Dia menegaskan, kegiatan tersebut tak lain  upaya untuk lebih mensejahterakan para penggiat seni pun menjadi salah satu cita citanya. 

Seiring perjalanannya, kata dia, banyak yang ingin terlibat untuk berbagi peran. 

“Tepat sembilan bulan setelah itu, kita sepakat bikin kegiatan uangnya muter di musisi. Jadi adakan pasar malam, selain ada musisi ada pedagang. Kita adakan di Taman Pramuka,” imbuhnya. 

Alasannya sederhana, para musisi harus punya tempat untuk menyalurkan karyanya. 

“Acaranya tiga hari, dan alhamdulillah kegiatan ini jadi momentum untuk silaturahmi dan bernostalgia dengan pegiat musisi di Bandung,” ucapnya. 

Dia menuturkan, perhelatan yang digelar dengan melibatkan banyak orang dilakukan secara cuma-cuma. 

“Ini semua Bagimu Negeri, semuanya gratis tidak ada yang dibayar. Alat seperti sound system, pokoknya semua bahu-membahu,” imbuhnya. 

Baca juga: Artotel Wanderlust Hadirkan Konser Musik More Than Jazz Art di 4 Kota di Indonesia

Menurutnya, hal tersebut menjadi landasan untuk berkolaborasi sebagai ajang untuk unjuk gigi.

“Sesuatu untuk tumbuh bersama, saling memperbaiki satu sama lain,” ucapnya. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved