Rabu, 8 April 2026

Eman Suherman Upayakan Penanganan Preventif Mitigasi Bencana Kesehatan

TRIBUNJABAR.ID - Eman Suherman, Sekretaris Daerah Majalengka, bertekad menjaga kesehatan warga dan memastikan Majalengka siap menghadapi berbagai waba

Istimewa
Eman Suherman Upayakan Penanganan Preventif Mitigasi Bencana Kesehatan 

TRIBUNJABAR.ID - Eman Suherman, Sekretaris Daerah Majalengka, bertekad menjaga kesehatan warga dan memastikan Majalengka siap menghadapi berbagai wabah. Sebagai calon bupati Majalengka, Eman berkomitmen menyusun rencana kontijensi penanggulangan wabah dan kedaruratan kesehatan masyarakat (KKM).

“Untuk mengantisipasi wabah dan menjaga kesehatan masyarakat, penting meningkatkan kesadaran akan praktik kebersihan, memperkuat sistem kesehatan, mempromosikan vaksinasi, dan mendukung penelitian untuk penanganan penyakit menular,” tulis Eman.

Eman bersama Dinas Kesehatan Majalengka merancang strategi tepat agar wabah tidak muncul. Ia mengambil contoh dari bencana yang terjadi saat hari pencoblosan Pemilu 2024.

“Bagaimana kita harus bisa menyelamatkan orang ketika bencana, pasca bencana. Kita harus bisa membuat strategi agar wabah jangan sampai muncul. Contoh di daerah sini, sebelum pencoblosan hari pertama hujan 3-7 jam, ada saluran jebol masuk ke perumahan,” tuturnya.

Eman dan Pemerintah Kabupaten Majalengka terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan kesehatan warganya. Salah satu caranya adalah meluncurkan program Universal Health Coverage (UHC).

Majalengka kini menyandang status UHC Non Cut Off, memungkinkan akses pendaftaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) langsung aktif tanpa masa tunggu. Selain itu, Pemkab Majalengka juga menggulirkan program layanan kesehatan bagi warga yang dikenal dengan nama Puskesmas Nganjang ka Imah.

Puskesmas Nganjang ka Imah adalah kunjungan tim tenaga kesehatan terlatih ke rumah penduduk. Tindakan yang diambil meliputi pemeriksaan fisik, inspeksi air bersih, jamban, serta deteksi dini kasus penyakit menular dan tidak menular.

Eman menekankan perlunya kolaborasi nyata di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, dan internasional. Hal ini dilakukan agar krisis dan ancaman kesehatan dapat ditanggulangi bersama-sama.

“Kerja sama antar negara juga krusial dalam memperkuat respons global terhadap ancaman kesehatan,” ujar Eman.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved