LPK Suenami School Hadir di Bandung, Wadahi Para Pekerja yang Ingin Berkarir di Jepang
Lembaga Penyedia Kerja (LPK) Suenami School baru membuka cabang teranyarnya di Bandung yang berada di Jalan Jenderal Sudirman no 565, Sukahaji
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Negeri Sakura salah satu tujuan masyarakat Indonesia untuk bekerja. Selain kesempatan bekerja di perusahaan dunia, budaya Jepang menjadi daya tarik Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Salah satu Lembaga Penyedia Kerja (LPK) Suenami School baru membuka cabang teranyarnya di Bandung yang berada di Jalan Jenderal Sudirman no 565, Sukahaji, Babakan Ciparay, Kota Bandung.
"Sekolah ini adalah sekolah yang keenam yang dikelola. Rencananya ingin ekspansi yang lebih lagi karena kekurangan tenaga kerja di Jepang cukup tinggi," ujar CEO LPK Suenami School, Albertus Prasetyo Heru Nugroho, kepada Tribunjabar.id, Senin (10/6/2024).
Di Jepang, kata dia, dilanda krisis tenaga kerja. Pasalnya, populasi usia kerja Jepang diproyeksikan menurun tajam beberapa tahun ke depan.
Kendati demikian, untuk mendapatkan visa ke Jepang bukan suatu hal yang mudah, harus melewati proses yang cukup serius.
"Di Suenami School, mendidik calon pekerja agar eligible supaya bisa mendapatkan visa ke Jepang," katanya.
Albertus menegaskan, pihaknya tidak memberangkatkan para tenaga kerja, hanya sebatas melatih dan membekali ilmu untuk bisa bekerja di Jepang.
"Program yang kami tawarkan adalah Tokutei Ginou atau biasa disebut specified skilled workers (SSW) adalah status visa/izin tinggal bagi warga negara asing di Jepan, yang memungkinkan mereka bekerja di perusahaan-perusahaan Jepang dengan hak dan kewajiban yang sama dengan pekerja Jepang," jelasnya.
Dia menuturkan, pekerja harus memenuhi persyaratan kesehatan, memiliki keterampilan yang diperlukan, dan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Jepang sebagai syarat untuk bekerja.
"Program ini memiliki masa kerja selama 5 tahun. Untuk memenuhi persyaratan program ini, kami, Suenami School, memfasilitasi perolehan keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan," ujarnya.
Pasalnya, sertifikat Bahasa Jepang di level JFT Basic A2/JLPT N4, sertifikat SSW Food Processing menjadi persyaratan untuk bisa bekerja di Jepang.
Dikatakan Albertus, para calon pekerja harus lulus di bidang tertentu seperti pertanian atau pengolaan makanan dan keahlian lainnya.
"Diangkatan pertama di Bandung ini semuanya pengelolaan makanan, selama lima bulan kita akan didik mereka agar mendapat sertifikasi tersebut," imbuhnya.
Kemudian, pihaknya akan membantu pekerja untuk matching dengan perusahaan di Jepang.
"Jadi untuk bisa bekerja di sana bisa menggunakan program SSW yang bisa ditempuh dua jalur, yang pertama BP2MI dan melamar secara mandiri," imbuhnya.
Lembaga Penyedia Kerja (LPK)
LPK Suenami School
Albertus Prasetyo Heru Nugroho
Jepang
LPK
Tribunjabar.id
| Tekan Pengangguran, Pemkab Tasikmalaya Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Ekskul Bahasa Jepang |
|
|---|
| LPK SO Mirai Nusantara Rayakan HUT ke-25, Gedung Baru di Jatinangor Sumedang Diresmikan Lima Keraton |
|
|---|
| Mahasiswa Widyatama Diuji Langsung di Dunia Kerja Jepang |
|
|---|
| Tribun Jabar Bersilaturahmi ke Diskominfo Indramayu, Sepakat Lanjutkan Kolaborasi |
|
|---|
| Kopjas BLM Kolaborasi dengan BPR Indramayu Jabar Salurkan Kredit bagi Pensiunan ASN dan TNI/Polri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Foto-bersama-para-siswa-di-LPK-Suenami-School-di-Jalan-Jenderal-Sudirman.jpg)