Jumat, 10 April 2026

Pilkada Pangandaran

Pangandaran Rawan Konflik pada Pilkada 2024 Kalau Pasangan Calonnya Cuma Dua

Pangandaran berpotensi menjadi daerah yang rawan konflik kalau Pilkada 2014 hanya diikuti dua pasangan.

Penulis: Padna | Editor: Giri
Istimewa
Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Pangandaran berpotensi menjadi daerah yang rawan konflik kalau Pilkada 2014 hanya diikuti dua pasangan.

"Seperti Pilkada tahun 2020 lalu. Itu menjadi satu contohnya," ujar Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan, kepada Tribun, Sabtu (8/6/2024) siang.

Meskipun demikian, pihaknya melakukan antisipasi dan langkah-langkah preventif untuk mencegah kerawanan tersebut.

"Walaupun dua pasang calon tentu bukan tidak mungkin kesejukan itu bisa terjadi. Tinggal, kembali ke diri kita masing-masing," katanya.

Dia meminta media agar bisa turut menjaga kondisi dalam segi pemberitaan dan tidak ada unsur-unsur provokatif ataupun unsur lainnya.

Baca juga: KPU Subang Siap Gelar Pilkada 2024, Imran Ajak Warga Manfaatkan Pesta Demokrasi untuk Bangun Daerah

"Mari kita jaga kesejukan proses Pilkada 2024 ini," ucap Iwan.

Berdasarkan pengalaman pada Pilkada 2020, wilayah yang rawan konflik yaitu di daerah Kecamatan Padaherang. 

"Memang, di wilayah itu indikatornya ada elite politik dan secara geografis wilayah Padaherang sangat luas," ujarnya.

Jika dibandingkan beberapa Kecamatan lain di Pangandaran, DPT di Padaherang itu terbanyak.

Selain itu, wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten ke Ciamis dan Jawa Tengah.

"Jadi, daerah Itu menjadi salah satu fokus pengawasan kami," katanya.

Baca juga: Pilkada Cianjur, Didorong Ikut Pilkada, Deden Nasihin: Mengalir Saja, Kita Serahkan pada Dinamika

Untuk persiapan Pilkada 2024, Bawaslu Kabupaten Pangandaran sudah berupaya menekan kerawanan konflik politik dengan cara pemetaan di seluruh jajaran hingga ke tingkat desa.

"Kami sudah instruksikan jajaran untuk melakukan pemetaan potensi kerawanan di masing-masing desa," ucap Iwan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved