Jenius Muda Indonesia: Najwa Azizah Ismail dan Prestasinya di Dunia Bioteknologi
Bahkan yang terbaru, Najwa menjadi juara pertama dan Best Presentation pada ajang lomba Instrumentation Paper Competition
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Berani mencoba hal baru dan terus mengasah kemampuan dengan mengikuti berbagai kompetisi, adalah hal yang terus dilakukan Najwa Azizah Ismail.
Pelajar asal Bandung kelahiran 31 Juli 2007 ini memiliki segudang prestasi yang membanggakan karena seringkali menjadi juara dalam ajang lomba proyek sains baik di level nasional maupun internasional.
Najwa berhasil meraih berbagai penghargaan, di antaranya Silver medal pada ajang International Greenwich Olympiad (IGO) di London tahun 2023, Gold dan special award dari Malaysia Innovation, Invention and Creativity Association (MIICA), pada ajang World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) tahun 2023, Grand award dan gold award pada ajang International Research Competition for Young Scientist (IRYS) pada 2022.
Baca juga: SOSOK Indra Jafar, Polisi yang Tangani Kasus Vina Cirebon Tahun 2016, Kini Jadi Jenderal Hebat
Bahkan yang terbaru, Najwa menjadi juara pertama dan Best Presentation pada ajang lomba Instrumentation Paper Competition yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), serta mendapatkan freepass sebagai mahasiswa ITS untuk tahun ajaran 2025.
Najwa pun pernah terbang ke Afrika Selatan untuk mengikuti Academy of Young Leader International selama dua minggu.
“Di sana aku banyak belajar, membaca modul, makan bersama orang local, bersama peserta lain membuat sandwich dan membagikannya kepada orang yang kurang beruntung,” kata Najwa saat wawancara bersama Tribun Jabar, secara virtual beberapa waktu lalu.
Meskipun sibuk dengan kegiatan rutin sekolah dan ekstrakurikuler, Najwa selalu semangat ketika mengerjakan proyek untuk kompetisi yang dia ikuti.
Najwa mengatakan bahwa ia termotivasi untuk ikut kompetisi karena melihat sang kakak.
“Aku melihat kakak pernah membuat proyek sains juga dan melihatnya keren, jadi termotivasi secara langsung,” kata Najwa.
Untuk membagi waktu antara belajar, kegiatan ekstrakurikuler, les musik, dan mengikuti kompetisi, Najwa memiliki cara unik tersendiri.
“Kalau ada tugas dari sekolah biasanya aku langsung kerjain di sekolah ketika ada waktu luang. Aku selesaikan sehingga di rumah nggak ada lagi tugas sekolah. Sehingga aku punya banyak waktu untuk mengerjakan proyek untuk kompetisi,” kata pelajar yang mahir bermain piano ini.
Hal ini Najwa lakukan agar ia memiliki banyak waktu untuk mengerjakan proyek sainsnya.
Bagi Najwa, mengikuti kompetisi sains adalah paket lengkap, karena Najwa tidak hanya bisa belajar tetapi juga sekaligus jalan-jalan.
“Ikut kompetisi ini bisa mengasah skills, mengasah rasa percaya diri, dan bisa mengenal banyak orang,” ucapnya.
| Permintaan Maaf Pelajar SMAN 1 Purwakarta yang Viral Ejek Guru, Kini Terancam Kena Sanksi Sosial |
|
|---|
| Sosok Guru yang Viral Dihina Siswa SMAN 1 Purwakarta, Dikenal Tegas namun Penyayang, Alumni Geram |
|
|---|
| Bupati Purwakarta Minta Sekolah Hukum Pelajar Hina Guru, Agar Jera dan Tidak Terulang |
|
|---|
| Kronologi Kasus 9 Siswa Lecehkan Guru di SMAN 1 Purwakarta: Bermula dari Kegiatan dalam Kelas |
|
|---|
| Puluhan Anggota Geng Motor Brutal di Cimahi Ditangkap, Mayoritas Masih Pelajar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Najwa-Azizah-Ismail-pelajar-yang-sering.jpg)