Kamis, 23 April 2026

Saksi Sempat Dengar Bunyi Ledakan Kecil Sebelum Api Membakar Sejumlah Ruangan di SMPN 2 Pagerageung

"Alhamdulillah, arsip dokumen yang asli masih aman, karena ditempatkan di tempat yang berbeda. Itu yang terbakar salinan semua"

Editor: Adityas Annas Azhari
Tribun Priangan/Aldi M Perdana
Staf sekolah berusaha memadamkan salah satu ruang kelas yang terbakar di SMPN 2 Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (17/5/2024) 

Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M Perdana

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Api menghanguskan lima ruangan di SMPN 2 Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, pada pukul 13.30, Jumat (17/5/2024).

Asap hitam pekat tampak membumbung tinggi dari atap bangunan sekolah. Petugas Damkar bersama BPBD Kabupaten Tasikmalaya segera menangani insiden tersebut.

Menurut Penjaga Sekolah SMPN 2 Pagerageung, Halim (60), ia sempat mendengar suara dari lokasi kejadian.

"Pas saya lagi di depan, terdengar bunyi 'meleték' (tiruan bunyi ledakan kecil), langsung saya lari ke sumber bunyi," ucapnya kepada Tribun saat ditemui di lokasi, Jumat (17/5/2024).

Suasana kebakaran yang menghanguskan sejumlah ruang gedung di SMPN 2 Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (17/5/2024) siang.
Suasana kebakaran yang menghanguskan sejumlah ruang gedung di SMPN 2 Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (17/5/2024) siang. (Tribun Jabar/Aldi M Perdana)

Halim segera mendapati asap hitam yang telah mengepul dari salah satu ruangan di sana.

"Saya enggak tahu penyebab awalnya apa, tapi kemungkinan korsleting listrik," ujarnya.

Kepala Sekolah SMPN 2 Pagerageung, Henandar menyebut, ia menerima laporan kebakaran tersebut sekitar pukul 14.00. "Saya pulang Jumatan masih di rumah, dapat laporan langsung ke sini. Api sudah membesar," ucapnya.

Baca juga: Si Jago Merah Melalap 5 Ruangan SMPN 2 Pagerageung Tasikmalaya, Termasuk 3 Ruang Kelas

Henandar bahkan melihat kobaran api sudah berada di bagian atap bangunan sekolah saat tiba di lokasi kejadian. "Menurut saksi (Halim), dia melihat titik awal api di bagian atap bangunan, sehingga dugaan kami kebakaran dipicu korsleting listrik," ujarnya.

Menurut Henandar, kebakaran tersebut melalap sebanyak lima ruangan yang terdiri dari tiga ruang kelas, satu gudang, serta satu toilet hangus terbakar.

"Tiga ruang kelas itu untuk kelas 7 semuanya, hangus terbakar. Terus, satu gudang yang dipakai untuk arsip dan alat kesenian musik tradisional Sunda, dan satu toilet putra yang terdiri dari empat pintu closet, itu yang terdampak," katanya.

Baca juga: Kronologi Kebakaran di Pasirkoja Bandung yang Tewaskan 4 Orang, Api Berembus hingga Keluar Rumah

Henandar juga memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden kebakaran tersebut, lantara semua siswa bubar lebih awal karena sedang ujian.

"Anak-anak 'kan sedang ujian, jadi pukul 11.00 sudah bubar, sementara yang ada hanya penjaga sekolah. Jadi alhamdulillah tidak ada korban jiwa atau luka. Kalau kerugian materil, mungkin mencapai ratusan juta rupiah," katapnya.

Arsip yang habis terbakar, tambah Henandar, merupakan arsip salinan yang terdiri dari ijazah serta dokumen milik pihak sekolah.

Baca juga: Pabrik Limbah Plastik Terbakar, Api Cepat Menyebar, Asap Hitam Tebal Membumbung

"Alhamdulillah, arsip dokumen yang asli masih aman, karena ditempatkan di tempat yang berbeda. Itu yang terbakar salinan semua," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved