Rabu, 20 Mei 2026

Piala Thomas dan Uber 2024

"Mencetak Sejarah Bareng-bareng" Kata Fadia/Ribka setelah Kalah dari Cina di Final Piala Uber 2024

Ganda putri Siti Fadia Silva/Ribka Sugiarto harus mengakui keunggulan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dari Cina di final Piala Uber 2024.

Tayang:
Editor: Hermawan Aksan
Dok. PBSI
Ganda putri Siti Fadia Silva/Ribka Sugiarto saat tampil melawan Cina di final Piala Uber 2024, Minggu (5/5/2024). 

TRIBUNJABAR.ID - Ganda putri Siti Fadia Silva/Ribka Sugiarto harus mengakui keunggulan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dari Cina di final Piala Uber 2024.

Pasangan putri Indonesia itu harus mengakui ketangguhan ganda nomor satu dunia ini dalam permainan dua gim langsung. 

Chen/Jia menang dua gim langsung dengan skor 21-11 dan 21-18 dalam laga yang bergulir di Hi-Tech Zone Sports Centre Gymnasium, Chengdu, Cina, pada Minggu (5/5/2024).

Sebenarnya, ganda Siti/Ribka bukan pasangan yang sebenarnya. Siti Fadia biasanya dipasangkan dengan Apriyani Rahayu.

Baca juga: TONTON Live Streaming Final Piala Thomas 2024 Indonesia vs Cina: Anthony Ginting vs Shi Yu Qi

Apri, yang belum fit 100 persen, digantikan dengan Ribka untuk laga hari ini.

"Sudah diskusi dengan pelatih dan diputuskan saya dan Fadia yang turun sebagai ganda pertama. Lawan memang tidak mudah, tapi kami ingin coba dulu," kata Ribka Sugiarto dalam keterangan yang diterima Kompas.com pada Minggu (5/5/2024).

"Hasilnya belum sesuai yang diinginkan, tapi kami tetap bersyukur karena menurut kami, tim Uber tampil di final saja sudah bangga sekali," kata atlet berusia 24 tahun ini.

Kendati dipasangkan pada laga final, Siti dan Ribka pernah bermain di Piala Uber tahun 2021 di Aarhus.

Saat itu mereka masih berpasangan dan bisa menyumbang poin saat lawan Thailand. Indonesia kalah tipis 2-3 dari Thailand di perempatfinal.

Meski harus mengakui keunggulan ganda Cina, Siti mensyukuri hasil yang dicapainya bersama Ribka.

"Tidak menyangka bisa main di final Uber bareng Ribka lagi."

"Perjuangan sama-sama dari kecil, dari klub sampai sekarang mencetak sejarah bareng-bareng," kata Siti.

Siti menilai pengalaman yang dimiliki pasangan Chen/Jia menjadi kunci kemenangan mereka.

"Chen/Jia sangat tough, secara pengalaman dan mentalitas mereka sangat baik. Apalagi mereka sudah sering berada di final beregu sementara kami baru pertama kali."

"Ini pelajaran berharga buat kami," jelas Siti.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved