Jumat, 15 Mei 2026

Nasib Anies Baswedan Setelah Ditinggal NasDem dan PKB, Kini Tunggu Jalan yang Diambil PKS

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berada di persimpangan jalan, antara menjadi oposisi atau bergabung ke pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming

Tayang:
Editor: Giri
Instagram @official_nasdem
Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berada di persimpangan jalan, antara menjadi oposisi atau bergabung ke pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Hal itu dikatakan Anies Baswedan, mantan calon presiden nomor urut 1.

Anies pada Pilpres 2024 berpasangan dengan Muhaimin Iskandar.

Pasangan ini didukung NasDem, PKB, dan PKS.

Belakangan, NasDem dan PKB sudah merapat ke Prabowo-Gibran yang menjadi pemenang Pilpres 2024.

Setelah "ditinggal" NasDem dan PKB, Anies pun menantikan bagaimana arah politik PKS sambil berharap partai politik pengusungnya itu mengambil sikap yang konsisten.

Baca juga: WHY NOT? PKS Buka Kembali Peluang Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024, Ini Pertimbangannya

"Kita masuk persimpangan jalan baru, yang lain sudah tahu akan ambil belokan yang mana, kita menunggu PKS ambil yang mana," kata Anies dalam acara halalbihalal dan milad ke-22 PKS, Sabtu (27/4/2024).

Anies mengatakan, perjalanan PKS selama 22 tahun diiringi dengan rekam jejak konsistensi yang menurutnya merupakan salah satu karakter dari partai tersebut.

Dia mengatakan, PKS juga konsisten dalam berdemokrasi, yakni siap berada di dalam maupun di luar pemerintahan.

PKS pernah menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), lalu menjadi oposisi di era Presiden Joko Widodo.

"PKS telah memberikan keteladanan berdemokrasi dengan menunjukkan sikap ketika berada di dalam pemerintah jalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan ketika berada di luar konsisten untuk menjadi mitra sebagai oposisi," kata Anies.

Baca juga: Anies Baswedan Sudah Move On, Siap Ketemu Prabowo usai Kalah di Pilpres 2024

Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengatakan, keputusan untuk menjadi oposisi atau mitra koalisi pada pemerintahan Prabowo-Gibran adalah kewenangan Majelis Syuro PKS.

"Setelah 10 tahun menjadi oposisi, ke mana arah politik PKS pada pemerintahan baru mendatang? Tentu ranah inilah yang nanti akan menjadi ranah kebijakan yang akan diputuskan oleh musyawarah Majalis Syuro," kata Syaikhu, Sabtu.

Syaikhu mengatakan, apa pun keputusan yang diambil, PKS memandang berada di dalam maupun di luar pemerintahan sama-sama posisi yang terhormat asalkan untuk kemaslahatan rakyat. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anies: Yang Lain Sudah Tahu Belok ke Mana, Kita Tunggu PKS"

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved