Kamis, 7 Mei 2026

Ridwan Kamil Disebut Lebih Mungkin ke Jabar Lagi Ketimbang Bertarung di Jakarta

Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, diyakini lebih memiliki peluang untuk menang jika kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat.

Tayang:
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Instagram @ridwankamil
Mantan Gubernur Jabar, Ridwan kamil. 

Pengalaman lima tahun sebagai Wali Kota dan lima tahun sebagai Gubernur Jawa Barat, kata Kristian, membuat Ridwan Kamil semakin matang untuk menjual ide-ide nya di Jakarta.

Baca juga: 8 Calon Kuat Pilgub Jabar 2024, Eks Bupati Purwakarta Berpotensi Menang Jika Ridwan Kamil Mundur

"Dengan perhitungan yang matang untuk menjual ide baru untuk pemecahan masalah di Jakarta, maka Ridwan Kamil punya kans yang cukup besar untuk bisa terpilih," katanya.

Selain itu, pilihan maju di Pilgub DKI Jakarta, dapat menjadi jembatan untuk Ridwan Kamil maju di Pilpres berikutnya.

"Jika RK berminat menjadi Presiden di masa mendatang, maka berkontestasi di Pilkada Jakarta adalah jalan yang bisa memuluskan minat tersebut," katanya.

Ditemui di di Hotel Horison, Kota Bandung, Maret lalu, Emil mengaku akan mengumumkan masa depan politiknya pada Juni 2024. 

"Nanti bulan Juni saya putuskan. Sekarang masih sama, hati tetap berat ke Jabar tapi saya tidak menutup kemungkinan ke Jakarta, keputusan akhirnya nanti di bulan Juni," ujar Emil.

Emil juga mengaku, masih menakar peluangnya melalui survei yang dilakukan oleh sejumlah lembaga, sambil terus meningkatkan elektabilitas untuk memudahkan koalisi dengan partai lain. 

Setelah memutuskan masa depan politiknya pada Juni 2024, kata dia, bulan selanjutnya akan memutuskan partai mana saja yang diajak berkoalisi untuk mengusungnya sebagai calon kepala daerah.

"Gini, pencoblosan bulan November, mulai kampanye September, pendaftaran bulan Agustus, perjodohan di bulan Juli, PDKT di bulan Juni, gitu. Jadi, sekarang sampai ke Juni tingkatkan elektabilitas supaya pas PDKT dengan siapapun nyambung," ucapnya.

Emil pun belum dapat memastikan, apakah nantinya akan menjalin koalisi dengan partai yang sama saat Pilpres atau malah membuat koalisi baru. Berkaca pada pengalaman, kata dia, koalisi pilpres sulit kembali terjalin saat Pilkada.

"Koalisi di pilpres idealnya menjadi koalisi permanen, karena hubungan ketua partainya kan sudah solid, ekosistem sudah terbangun. Kalau ternyata kesempatan Pilkadanya juga ada pasangan yang kuat dan menjanjikan dalam koalisi 02 tentu itu menjadi pilihan utama," katanya. (nazmi abdurahman)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved