Berita Viral

Aksi Polisi Setut Mobil Avanza Pemudik yang Mogok di Jalan Tol, Hanya Pakai Kaki dan Sepeda Motor

Sebuah video aksi polisi mendorong mobil Avanza yang mogok di jalan tol hanya dengan kaki dan sepeda motor dinasnya, beredar viral di media sosial.

Editor: Hilda Rubiah
Korlantas polri NTMC
Viral, aksi polisi setut atau dorong mobil Avanza pemudik yang mogok di jalan tol hanya dengan satu kaki sembari mengendarai sepeda motor dinasnya 

TRIBUNJABAR.ID - Sebuah video aksi polisi mendorong mobil Avanza yang mogok di jalan tol beredar viral di media sosial.

Aksi polisi itu menarik perhatian warganet karena aksinya mendorong mobil hanya dengan mengendarai sepeda motor dinasnya.

Dalam video viral yang beredar polisi tersebut menyetut alias mendorong mobil pemudik yang mogok di jalan tol dengan menggunakan satu kaki sembari mengendari sepeda motornya.

Setelah ditelusuri, kejadian unik ini terjadi di kawasan Subang, Jawa Barat, dan nampaknya direkam oleh salah satu personel yang mengawal di bagian belakang.

Baca juga: Kisah Pilu Seorang Ibu Kehabisan Ongkos Pulang Kampung Usai Diusir Mertua dan Suami, Dibantu Polwan

Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun resmi @korlantaspolri.ntmc, dan sudah ditonton oleh lebih dari 110.000 warganet.

Banyak warganet memberikan komentar beragam, dan tidak sedikit pula yang mempertanyakan kebolehan dari tindakan ini.

Apakah menyetut kendaraan boleh dilakukan, khususnya di jalan tol?

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kabaminharwan Kamseltibcarlantas Ditlantas Polda Metro Jaya AKP Ukke Adhan Handriawan mengatakan, aksi setut yang dilakukan oleh anggota bisa dianggap sebagai bentuk diskresi.

“Situasi mogok semacam ini kan tidak bisa diprediksi, karena saat itu kejadiannya mendadak dan memang ada anggota yang dekat dengan TKP, boleh-boleh saja membantu disetut.

Ini diperbolehkan,” ucapnya saat dihubungi Kompas.com, Senin (8/4/2024).

Ukke menambahkan, anggota di lapangan tentunya sudah mengevaluasi opsi-opsi lain seperti memanggil derek.

Namun ada kemungkinan jika pilihan tersebut tidak memungkinkan.

Pertimbangan lain yang jadi perhatian adalah situasi dan kondisi.

Ukke menyoroti jika kejadian ini berlangsung saat malam hari dan di area tikungan.

“Posisinya itu cenderung membahayakan, jadi opsi terbaik yang ada mungkin hanya menyetut sampai rest area atau pemberhentian terdekat,” kata dia.

Halaman
123
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved