Jajanan Takjil Ramadan di Alun-alun Majalengka Diperiksa Dinkes, Pastikan Tak Pakai Bahan Berbahaya

Setiap jajanan tersebut terlihat ditempelkan nama pedagangnya pada bungkus plastik terpisah, kemudian diuji untuk mengecek kandungan bahannya.

ISTIMEWA/ DOK. DISKOMINFO KABUPATEN MAJALENGKA
Petugas Dinkes Kabupaten Majalengka saat memeriksa jajanan takjil di kawasan Alun-Alun Majalengka, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Selasa (2/4/2024). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majalengka memeriksa jajanan takjil Ramadan yang dijajakan para pedagang di kawasan Alun-Alun Majalengka.

Petugas Dinkes Kabupaten Majalengka tampak mengambil puluhan sampel jajanan yang biasa dijajakan para pedagang menjelang waktu berbuka puasa.

Dari mulai gorengan, siomay, tahu, seblak, lumpia, mie ayam, bakso aci, es buah, es campur, es cincau, dan lainya yang hampir semuanya dijual para pedagang kaki lima (PKL).

Setiap jajanan tersebut terlihat ditempelkan nama pedagangnya pada bungkus plastik terpisah, kemudian diuji untuk mengecek kandungan bahannya.

Kepala Dinkes Kabupaten Majalengka, Agus Susanto, mengatakan, pengujian tersebut untuk mengantisipasi kandungan zat berbahaya pada takjil yang dijual para pedagang.

Baca juga: Konvoi Berdalih Bagikan Takjil Gratis Ternyata Aslinya Mau Tawuran, 49 Remaja di Jakarta Diamankan

"Pengujian ini untuk mengecek kandungan boraks maupun bakteri berbahaya agar tidak dikonsumsi masyarakat," ujar Agus Susanto saat ditemui di Alun-Alun Majalengka, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Selasa (2/4/2024).

Ia mengatakan, pengujian itu pun sebagai upaya pembinaan dan pengawasan, khususnya terhadap jajanan takjil yang beredar selama Ramadan di Kabupaten Majalengka.

Pihaknya memastikan dari 36 sampel bahan makanan dan minuman yang diuji dipastikan tidak ada yang mengandung bahan berbahaya seperti boraks atau lainnya.

"Alhamdulilah hasil pemeriksaan dari 36 sampel makanan tidak ditemukan boraks maupun zat bakteri lainya, sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat," kata Agus Susanto.

Agus menyampaikan, sebanyak 36 petugas Dinkes Kabupaten Majalengka dikerahkan untuk pengujian sampel jajanan takjil Ramadan tersebut.

Mereka dikerahkan untuk memeriksa kandungan bahan makanan maupun minuman yang dijajakan para pedagang di Kabupaten Majalengka.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved