Kasus Deman Berdarah di Tasikmalaya Disoroti Dinkes, Jumlahnya Naik Dibanding Tahun Lalu
Peningkatan kasus DBD di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat disebabkan berkembangnya sarang nyamuk di lingkungan rumah karena musim hujan.
Penulis: Aldi M Perdana | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M Perdana
TRIBUNJABAR.ID, KOTA TASIKMALAYA - Kasus demam berdarah dengue (DBD) diketahui meningkat di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, lantaran turunnya hujan yang berkepanjangan dampak dari perubahan iklim Badai El Nino.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat mengatakan, jumlah kasus DBD di Kota Tasikmalaya terhitung sejak awal tahun hingga Minggu (24/3/2024) tercatat sebanyak 279 kasus dan 1 orang di antaranya meninggal dunia.
"DBD saat ini di Kota Tasikmalaya meningkat, tapi salah satu faktor penyebabnya Badai El Nino yang memengaruhi terhadap perindukan nyamuk Aedes Ageptynya karena pola perubahan cuaca," jelas Uus melalui pesan singkat pada Selasa (26/3/2024).
Dibandingkan dengan 2023, tambahnya, di bulan yang sama terdapat peningkatan pada jumlah kasusnya.
Baca juga: Waspada! Gejala DBD di Kota Bandung Sekarang Berbeda dengan Biasanya
“Tahun lalu di Januari, terdapat 48 kasus, Februari, 46 kasus, sedangkan di tahun ini, pada Januari ada 72 kasus dan di Februari ada 94 kasus,” jelas Uus.
Ia juga mengatakan, peningkatan kasus DBD di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat disebabkan berkembangnya sarang nyamuk di lingkungan rumah karena musim hujan.
"Akibatnya, saat ini masih ada 18 orang harus menjalani perawatan di RSUD dr Soekardjo, RS Jasa Kartini, dan rumah sakit swasta lainnya. Peningkatan kasus DBD, akan terus terjadi, terutama pada musim hujan,” terang Uus.
“Masyarakat diharapkan waspada dengan kondisi DBD saat ini, jangan sampai naik terus, karena DBD bisa dicegah atau diputus siklusnya dengan cara yang mudah, murah, aman, efektif, dan efisien, yaitu dengan pemberantasan sarang nyamuk atau PSN oleh masyarakat itu sendiri," lanjut dia.
Menurut Uus, untuk menekan angka kematian akibat DBD, berbagai upaya dilakukan pihaknya, di antaranya dengan tes cepat di sejumlah puskesmas.
"Kami mengimbau agar masyarakat selalu melakukan upaya menguras, menutup, dan mengubur (3M), pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dan menjaga pola hidup sehat dan bersih (PHBS). DBD menjadi ancaman hingga dapat membahayakan nyawa kita jika dibiarkan," ujarnya.
Baca juga: Pemprov Jabar dan Kemenkes Siapkan NS1 dan Gencarkan 3M Plus untuk Tangani Kasus DBD
Untuk mengantisipasi penyebaran dan memutus rantai penyebarannya, Pemerintah Kota Tasikmalaya telah menerbitkan Surat Edaran Wali Kota dan telah disebarkan ke seluruh warga sesuai dengan rujukan penanganan dan pencegahan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (*)
Kasus DBD Terus Mengintai di Bandung, Dinkes Fokus Pemberian Vaksin untuk Pencegahan |
![]() |
---|
Jayantara 2025 Dongkrak Eksistensi UMKM Priangan Timur & Angkat Potensi Lokal Menjadi Potensi Global |
![]() |
---|
Pemkot Tasikmalaya Belum Ikuti Ajakan Dedi Mulyadi Hapus Tunggakan PBB: Itu Kewenangan Walikota! |
![]() |
---|
Polisi Dalami Temuan Jasad Bayi di WC Masjid Sumedang, Sang Ibu Asal Tasikmalaya Diperiksa |
![]() |
---|
Muncul Spanduk One Piece Kritik Kinerja Wali Kota Tasikmalaya, Viman Santai: Bentuk Ekspresi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.