Kedutaan Besar Timor Leste Datangi Kantor Imigrasi Bandung, Bahas 4 Mahasiswa yang Dideportasi
Pihak Kedutaan Besar Timor Leste untuk Indonesia mendatangi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung, Kamis (14/3/2024).
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pihak Kedutaan Besar Timor Leste untuk Indonesia mendatangi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung, Kamis (14/3/2024).
Kedatangan delegasi dari Kedutaan Besar Timor Leste yang dipimpin oleh Armando Monteiro, Atase Polisi Kedutaan Besar Timor Leste itu, diterima langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung, Agung Pramono.
Dalam pertemuan itu dibahas terkait empat mahasiswa yang dideportasi karena melebihi izin tinggal serta keberadaan dan kondisi mahasiswa Timor Leste yang sedang menempuh pendidikan di Kota Bandung.
"Kedatangan delegasi dari Kedubes Timor Leste hari ini adalah bentuk koordinasi yang baik antara kedua negara dalam menangani kasus pelanggaran keimigrasian. Kami akan selalu menjalin komunikasi dalam setiap pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian, yang terkait dengan WN Timor Leste" ujar Agung Pramono dalam keterangannya, Kamis.
Baca juga: Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung Deportasi WNA Asal Nigeria yang Menyalahi Izin Tinggal
Pihak Kedutaan Besar Timor Leste, kata dia, mengharapkan adanya sosialisasi dan penyebaran informasi secara rutin ke universitas maupun lembaga pendidikan yang memiliki pelajar Timor Leste. Sehingga hal itu dapat meningkatkan kesadaran WN Timor Leste yang sedang menempuh pendidikan di Kota Bandung akan pentingnya aturan keimigrasian.
"Pertemuan ini menunjukkan keseriusan dari pihak berwenang dalam menangani permasalahan keimigrasian di Indonesia," katanya.
Sebelumnya, Kantor Imigrasi Kelas I Bandung mendeportasi empat WNA asal Timor Leste karena melewati batas izin tinggal.
Keempat WNA berinisial GBE, VBDR, AMG, dan AM itu, merupakan alumni satu kampus di Bandung. Mereka baru menyelesaikan kuliah dan sudah tidak punya izin tinggal.
Baca juga: Imigrasi Cianjur Akan Deportasi Dua Warga Asing, Satu Overstay dan Satu Lagi Nikah Campur
"Setelah dilakukan pra-penyidikan keimigrasian ditetapkan bahwa mereka memang secara terbukti dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana karena tidak dapat memperlihatkan atau menyerahkan dokumen izin tinggal," ujar Agung, Selasa (27/2/2024).
Menurutnya, dari empat WNA, dua di antaranya sudah lama lulus dari perguruan tinggi. Dua lainnya tinggal menunggu wisuda.
Keempatnya mengaku tidak mempunyai pekerjaan tetap. Sehingga untuk keseharian hanya mengandalkan kiriman uang dari keluarganya di Timor Leste. (*)
| Jejak Mentereng Yanuar Budinorman Eks CEO BUMN Jadi Tersangka Korupsi Ayam Boneless di Bandung |
|
|---|
| Lahan Gasibu Jadi Jalan Baru, Dedi Mulyadi Targetkan Integrasi Gedung Sate Rampung Agustus 2026 |
|
|---|
| Eks Pelatih Blak-blakan soal Eliano Reijnders, Sebut Pemain Persib Itu Layak Main di Kompetisi Eropa |
|
|---|
| Jadwal Tayang Band Academy 2026 Grup 1 Babak Top 3, Grup Band Asal Bandung Siap Tampil |
|
|---|
| Kasatreskrim Polrestabes Bandung Soal Kasus Bayi di RSHS: Kami Mohon Waktu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kedutaan-Besar-Timor-Leste-Kantor-Imigrasi-Kelas-I-TPI-Bandung.jpg)