Penyebaran Nyamuk Wolbachia di Ujungberung Bandung Ternyata Kurang Efektif, Dinkes: Tunggu September

Diakuinya butuh waktu, sampai akhirnya nyamuk wolbachia memberi dampak dalam menurunkan DBD.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto
NET
Nyamuk Aedes aegypti. Penyebaran nyamuk wolbachia tahun lalu di Ujungberung, Kota Bandung, tampaknya belum memberikan dampak signifikan terhadap kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jawa Barat. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penyebaran nyamuk wolbachia  di Ujungberung, Kota Bandung, September 2023 tampaknya belum memberikan dampak signifikan terhadap kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jawa Barat.

Kasus DBD di Jabar telah menyentuh angka 7.543 kasus di 27 kota/kabupaten.

Dari angka itu, sebanyak 71 orang di antaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, mengatakan program pengembangbiakan nyamuk wolbachia di Kota Bandung masih belum terlihat efektivitasnya.

Nyamuk wolbachia yang diklaim efektif melemahkan penyakit dari nyamuk Aedes Aegypti, penyebab DBD, kata Vini, setidaknya baru akan maksimal bila persentase keberadaannya di atas 60 persen.

Sementara sejauh ini di Kota Bandung, saja, baru ada sekitar 16 persen nyamuk wolbachia.

Pemerhati Nyamuk Kun Wardana Abyoto menyampaikan paparan dalam Diskusi Gerakan Masyarakat Cerdas Untuk Mencerdaskan Masyarakat, Edisi 1: Pro dan Kontra Nyamuk Ber Wolbachia di Aula SMK Nasional, Jalan Sadang Serang, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2023).
Pemerhati Nyamuk Kun Wardana Abyoto menyampaikan paparan dalam Diskusi Gerakan Masyarakat Cerdas Untuk Mencerdaskan Masyarakat, Edisi 1: Pro dan Kontra Nyamuk Ber Wolbachia di Aula SMK Nasional, Jalan Sadang Serang, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2023). (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Sehingga belum memberikan dampak dalam mengurangi DBD.

Diakuinya butuh waktu, sampai akhirnya nyamuk wolbachia memberi dampak dalam menurunkan DBD.

"Untuk di Ujungberung itu kan baru September. Persentasenya baru 16 persen. Paling cepat kalau sudah di atas 60 persen wolbachia-nya. Paling cepat baru satu tahun yang akan datang," ujar Vini dalam Bewara Jawa Barat (Beja), di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (8/3/2024).

Terkait efektivitas nyamuk wolbachia, Vini mengungkapkan pengembangbiakannya sukses dilakukan di Yogyakarta. Di sana telah terjadi penurunan angka kematian hingga 70 persen.
 
"Wolbachia sekali lagi bukan yang utama. Paling penting adalah gerakan 3M plus. Ketika kita melaksanakan gerakan 3M Pkus, bukan saja nyamuk Aedes Aegypti tetapi juga membersihkan lingkungan," katanya.

Sempat Ditolak Warga

Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Nyamuk berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Jabar, Senin (18/12).

Mereka memprotes pemerintah karena telah menyebarkan nyamuk wolbachia di Kota Bandung.

Para pengunjuk rasa beranggapan, alih-alih mengantisipasi penyebaran demam berdarah dengue (DBD) penyebaran nyamuk wolbachia ini sudah meresahkan masyarakat.

Mereka meminta Menteri Kesehatan RI menangkap kembali nyamuk-nyamuk wolbachia yang sudah disebar tersebut untuk kemudian diisolasi di rumah Menteri Kesehatan RI saja.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved