Kasus Perundungan di Indramayu, Murid SD Ditendang dan Ditelanjangi Teman-teman Sekelasnya
Murid kelas 5 SD Negeri 3 Karangsong, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, itu ditendang, dibanting, dan ditelanjangi oleh teman-teman sekelas.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Giri
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Nasib malang menimpa HA (12). Murid kelas 5 SD Negeri 3 Karangsong, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, itu ditendang, dibanting, dan ditelanjangi oleh teman-teman sekelasnya saat waktu istirahat sekolah.
Rekaman video perundungannya yang mengiris hati belakangan tersebar dan menjadi viral di media sosial.
HA juga didorong ke sana kemari oleh dua anak yang postur tubuhnya jauh lebih besar. Ia juga sempat terlihat dijambak.
HA tak berdaya, namun tak menangis.
Wali Kelas 5 SDN 3 Karangsong, Tia Istianah, mengatakan, ada tiga murid yang terlibat dalam perundungan tersebut.
Dua anak melakukan pemukulan dan satu anak merekam aksi perundungan tersebut.
Perundungan, ujarnya, terjadi Sabtu (24/2/2024), saat jam istirahat sekolah. Saat jam istirahat sekolah, anak-anak di SD Negeri 3 Karangsong memang kerap bermain ke luar.
"Kejadiannya bukan di sekolah, tapi di madrasah yang ada di dekat sekolah," ujar Tia saat ditemui SDN 3 Karangsong, Rabu (6/4/2024).
Pihak sekolah, ungkap Tia, baru tahu kejadian tersebut, Rabu (28/2). Pihak sekolah tahu setelah teman korban melaporkan kejadian itu kepada guru.
"Saat itu belum viral. Viralnya itu baru hari ini," ujar Tia.
Baca juga: Kasus Bullying Remaja Putri di Batam, Para Terduga Pelaku Ditangkap, Korban Perundungan Juga
Begitu mengetahui adanya kejadian perundungan, ujar Tia, pihak sekolah langsung memanggil anak-anak yang terlibat, termasuk orang tuanya. Dalam pertemuan itu, para perundung mengaku perundungan mereka lakukan karena korban sempat mengejek salah pelaku dari mereka karena tak lagi memiliki sepeda lantaran dijual.
"Mungkin emosinya anak masih labil, jadi seperti itu," ujar Tia tanpa memberi penjelasan lebih lanjut kenapa ketiga muridnya bisa berbuat sekejam itu.
Menyusul tersebarnya rekaman video perundungan itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Indramayu, kemarin, juga langsung turun tangan. Bersama aparat Polres Indramayu dan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Disduk P3A) Indramayu, Disdik mendatangi SDN 3 Karangsong.
Plt Disdikbud Indramayu, Ahmad Syadali, mengaku sangat prihatin bahwa kasus perundungan ternyata masih saja terjadi di lingkungan pendidikan.
"Dengan kondisi ini kita tugaskan kepala sekolah dan pengawasnya memperketat lagi pengawasan. Jangan sampai lalai terutama di jam-jam KBM karena itu tanggung jawabnya di sekolah," ujar Syadali di SDN 3 Karangsong, kemarin.
| Berawal dari Antar Pesanan, Driver Ojol Diundang Layvin Kurzawa Nonton Persib Bandung vs Bali United |
|
|---|
| Mobil Kopdes Merah Putih di Indramayu Tabrak Rombongan Santriwati, Diduga Sopir Mengantuk |
|
|---|
| Respons Nina Saleha Terhadap Pernyataan Kemenkes Terkait Bayinya Nyaris Tertukar di RSHS Bandung |
|
|---|
| Nina Saleha Bantah Berdamai dengan RSHS Bandung setelah Bayi Nyaris Tertukar, Tunjuk 2 Pengacara |
|
|---|
| Kondisi Balita yang Viral Terlindas Mobil MBG di Indramayu, Ibu Korban: Sudah Lari-lari Lagi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/orang-tua-para-pelaku-perundungan-dan-korban-di-SDN-3-Karangsong.jpg)