Soal Keracunan Jajanan, Dede Yusuf Bilang Sekolah Harus Turut Bertanggung Jawab dengan Awasi Jajanan

Beberapa hari lalu kasus keracunan anak sekolah, setelah jajan dari pedagang sekitar sekolahnya yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Barat.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/LUTFI AHMAD MAULUDIN
Dewan Pertimbangan Partai Demokrat, Dede Yusuf (kanan) setelah meninjau hasil rekapitulasi suara di Kabupaten Bandung, yang digelar di Hotel Sutan Raja, Soreang, Jumat (1/3/2024). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Beberapa hari lalu kasus keracunan anak sekolah, setelah jajan dari pedagang sekitar sekolahnya yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Barat.

Wakil Ketua Komisi X, Dede Yusuf Macan Efendi, mengakui pihaknya, sering menemukan kasus keracunan anak.

"Itu akibat jajanan yang tak terawasi dengan baik, baik itu yang namanya makanan olahan, maupun makanan yang berjenis kimia," ujar Dede, di Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (1/3/2024).

Menurut Dede Yusuf, bahwa sekolah harus bertanggung jawab terhadap jajanan yang ada di wilayah sekolah.

"Artinya ketika anak-anak pulang sekolah, terus keluar di depan banyak jajanan, itu harus dilakukan fungsi pengawasan," kata Dede Yusuf.

Dede Yusuf menjelaskan, ada opsi kedua, yakni membawa jajanan itu masuk ke dalam sekolah kemudian dikelola oleh sekolah dengan baik.

Baca juga: UPDATE Bocah SD di Sukabumi Keracunan Makanan Ringan, Tinggal 7 Siswa yang Masih Sakit

"Sehingga ada yang namanya jajanan aman dan sehat, itu sudah kita dorong juga, tapi tentu belum semua sekolah bisa melakukan," katanya.

"Sebab melibatkan berbagai faktor, yaitu memasukan orang luar ke dalam, mereka akan lebih konsentrasi kepada kantin," tuturnya.

Di luar kejadian tersebut, kata Dede Yusuf, kini terdapat wacana ke depan bagaimana sekolah menyiapkan makan siang untuk siswa.

"Salah satunya adalah supaya siswa tidak jajan sembarangan, jadi sekolah yang menyiapkan. Wacana ini sedang digodog, dihitung-hitung," kata dia.

Menurut Dede Yusuf, kalau mau investasi di bidang sumber daya manusia.

IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI

"Jangan sampai anak-anak kita ini yang punya masa depan cerah, maaf sakit, hanya karena jajanan. Jadi sekolah pun harus tetap memberikan satu kontrol terhadap apa yang ada di sekolah," ucap Dede. (*)

 

 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved