Senin, 8 Juni 2026

"Pembeli Juga Protes" Kata Pedagang di Cirebon tentang Harga Beras yang Melambung Tinggi 

Di pasar, sejumlah pedagang mengungkapkan bahwa harga beras premium semakin tinggi, yang didorong oleh kenaikan harga beras medium.

Tayang:
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar/Eki Yulianto
Aktivitas jual-beli di Toko Saefudin, pedagang kelontong di Pasar Jamblang, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Selasa (20/2/2024). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Harga beras premium terus mengalami kenaikan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Sejumlah pedagang melaporkan penjualan beras dengan harga mencapai Rp 17 ribu hingga Rp 17.500 per kilogram sehingga keuntungan yang diperoleh pun menjadi tipis.

Tribun melakukan kunjungan ke pasar yang berlokasi di Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Selasa (20/2/2024).

Di pasar, sejumlah pedagang mengungkapkan bahwa harga beras premium semakin tinggi, yang didorong oleh kenaikan harga beras medium.

Salah satu pedagang di Pasar Jamblang, Saefudin (38), mengatakan bahwa hari ini harga beras premium yang ia jual mencapai Rp 17 ribu per kilogram, sedangkan harga beras medium dijual seharga Rp 14.800 per kilogram.

"Iya benar, sekarang harga beras naik. Saya sekarang harus mengeluarkan modal sebesar Rp 400 ribu untuk membeli beras," ujar Saefudin, Selasa (20/2/2024).

"Jika dibagi dengan 25, berarti saya harus menjualnya seharga Rp 16 ribu hanya untuk modal saja. Oleh karena itu, saya jual eceran seharga Rp 17 ribu per kilogram."

Ia mengungkapkan, kenaikan harga beras sudah melebihi perkiraannya.

Beberapa waktu lalu, harga beras premium masih sekitar Rp 350 ribu per karung sehingga modal yang dikeluarkan pun tidak terlalu besar.

"Sekarang, harga paling mahal dan paling bagus mencapai Rp 400 ribu," ucapnya.

Kenaikan harga beras, kata Saefudin, berdampak pada harga jual kebutuhan pokok lainnya, terutama telur.

Harga telur kini juga melambung menjadi Rp 28 ribu per kilogram.

"Kami sebagai pedagang mengeluh, semuanya naik. Pembeli juga sudah protes," jelas dia.

Saefudin berharap, pemerintah dapat memberikan solusi dengan menurunkan harga beras agar kembali terjangkau oleh masyarakat.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved