Kripik Pare, Produk UMKM Lokal Binaan Amalpreneur Rumah Amal Salman yang Siap Berdaya Saing
Dengan keahlian memasak dan eksplorasi makanan, Dewi dan suaminya berhasil menciptakan keripik dari sayuran.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pandemi Covid-19 telah membuat banyak keluarga terdampak secara ekonomi, termasuk keluarga Dewi Anggraeni. Ketika itu, suaminya mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan tidak mendapatkan pesangon sedikit pun. Meski demikian, membuat Dewi, seorang ibu rumah tangga berpikir untuk membuat usaha kecil-kecilan di rumah.
Dalam upayanya mengatasi masalah ekonomi, Dewi, seorang ibu rumah tangga lantas mengajak suaminya untuk menciptakan produk yang bisa diterima oleh pasar.
Namun pencarian ide tidak mudah ditemukan, hingga pada akhirnya ia terpinspirasi dari anak-anaknya yang tidak suka makan sayur. Dari sana tercetuslah sebuah ide untuk menciptakan olahan makanan dari sayuran.
Dengan keahlian memasak dan eksplorasi makanan, Dewi dan suaminya berhasil menciptakan keripik dari sayuran.
Baca juga: Sukses Tembus Pasar Ekspor, Produk UMKM Sepatu dari Bogor Sabet Penghargaan Shopee Super Awards 2023
Percobaan pertama melibatkan berbagai jenis sayuran, mulai dari sawi, wortel, dan juga pare.
Setelah mencoba dipasarkan ternyata keripik pare menjadi best seller, dan mereka memutuskan fokus memproduksi keripik pare, sementara produk lain hanya diproduksi sesuai pesanan.
Usaha yang dijalankan berdua ini, dalam sehari bisa mengolah sekitar 3 kg pare dan menghasilkan sekitar 15 kemasan.
Setiap kemasan dijual dengan harga Rp 20.000.
Produk yang diberi nama D'Nafta ini tidak hanya unik dan lezat tetapi mereka juga berhasil mendapatkan legalitas Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).
Saat ini, produk mereka sudah tersedia di beberapa swalayan dan hotel di Kota Bandung.
Baca juga: Kunjungi Sentra Lampu Gentur dan Pembuatan Tauco, Anis Matta Janji Naikkan Kelas UMKM dan Keumatan
Usaha yang berjalan sejak tahun 2019 ini kurang lebih telah meraup omset sebesar Rp 4.000.000 hingga Rp 5.000.000 di setiap bulanya.
Omset ini didapat dari hasil gabungan produk keripik pare dan varian keripik sayur lainnya.
Meski demikian, Dewi merasa masih banyak aspek yang perlu dikembangkan.
Salah satu tantangan utamanya adalah bagaimana membuat keripiknya memiliki masa kedaluwarsa yang lebih panjang.
Saat ini, produk keripik pare hanya bertahan selama 3 bulan.
Ekonomi Amalpreneur Academy
kripik pare
UMKM
rumah amal
Tribunjabar.id
Amalpreneur Rumah Amal Salman.
Konser The Journey Continues Peterpan by Aloka Dipastikan Berjalan Aman Sesuai Jadwal |
![]() |
---|
From Bali to Bandung, Expat. Roasters Hadirkan Sensasi Beda Menikmati Kopi |
![]() |
---|
Aten Munajat Kembali Dipercaya Jadi Ketua Hamida Garut, Siap Bersinergi untuk 'Garut Hebat' |
![]() |
---|
SAPADELA & SUKMALA Mantap, Inovasi Layanan Publik Berbasis Digital Karya Mahasiswa STIA LAN Bandung |
![]() |
---|
BULOG Jabar Dukung Stabilisasi Harga Pangan lewat Gerakan Pangan Murah Serentak |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.