Pilpres 2024
Diserang Isu Negatif, Ini Alasan Prabowo-Gibran Unggul Hitung Cepat Menurut Analisis Pengamat
Pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul hingga 59,07 persen berdasarkan hitung cepat yang dilakukan Litbang Kompas.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul hingga 59,07 persen berdasarkan hitung cepat yang dilakukan Litbang Kompas pada Pilpres 2024.
Kesimpulan itu didapat dari hitung cepat Litbang Kompas, Rabu (14/2/2024), pada pukul 16.40 WIB.
Sementara itu, pasangan nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mendapat 24,71 persen suara. Kemudian pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD mendapatkan 16,22 persen suara.
Perolehan suara tersebut diperoleh dari data penghitungan yang masuk sebesar 70,90 persen dari total 2.000 TPS sampel.
Menanggapi data tersebut, pengamat politik dari Unpar, Kristian Widya Wicaksono, menilai unggulnya Prabowo-Gibran satu di antaranya karena keberhasilan mereka dalam menjaga ritme politik.
Baca juga: Di TPS Lapas Warungkiara Sukabumi, Prabowo-Gibran Unggul Telak, Ganjar-Mahfud Terendah
Sejak awal, kata dia, elektabilitas Prabowo-Gibran dari berbagai lembaga survei selalu lebih unggul dari pasangan lainnya.
"Memang tren yang terlihat dari Oktober 2023 sampai Februari 2024, kecenderungannya memang elektabilitas Prabowo-Gibran ini tinggi, meskipun sempat tidak mencapai 50 persen, tapi di akhir-akhir mencapai 55 persen. Dan angka yang sekarang, berdasarkan hasil hitung cepat ada yang sampai 59 persen," ujar Kristian, Rabu (14/2/2024).
Keberhasilan itu, kata dia, satu di antaranya karena Prabowo-Gibran tidak melakukan blunder, baik dalam statemen maupun tindakan yang dapat merugikan mereka.
"Berkaca pada Pilkada Jakarta, hasil survei yang tinggi saat itu dimiliki oleh Ahok, lalu kemudian ada statemen yang siginifikan dan itu blunder. Kemudian bergabungnya suara lain membuat pasangan Ahok pada saat itu kalah. Artinya bertapa pentingnya kita menjaga ritme politik," katanya.
Baca juga: Meski Klaim Pemilu di Jabar Lancar, Bey Machmudin Soroti Pasien Rumah Sakit yang Tak Bisa Mencoblos
"Saya melihat apa yang dilakukan Prabowo-Gibran adalah keberhasilan merawat ritme politik dan tidak membuat statemen atau tindakan yang dapat menjatuhkan," ucap dia.
Kemunculan isu-isu negatif seperti film dokumenter Dirty Vote, bantuan sosial (bansos), gelombang statemen dari perguruan tinggi nyatanya tidak memberikan dampak signifikan pada raihan suara Prabowo-Gibran.
Baca juga: Quick Count Litbang Kompas, PDIP Sementara Unggul dengan Perolehan 17,79 Persen di Pileg
"Itu bukan mengarah ke Prabowo-Gibran, tapi ya, ada statemen yang mengatakan lolosnya Gibran memiliki catatan tertentu. Tapi arahannya kepada aktor di baliknya yaitu Jokowi. Ini menarik. Yang saya lihat pada aspek ini, Prabowo-Gibran hampir tidak banyak terpengaruh oleh hak tersebut. Kalau kita berkaca dari hasil hitung cepat yang muncul saat ini," ucapnya. (*)
| Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Takkan Mundur dari Jabatan Menhan dan Wali Kota Solo |
|
|---|
| Pengamat Politik Ragukan PDIP Berani Jadi Oposisi, Ini Alasannya |
|
|---|
| Koalisi Pendukung Prabowo-Gibran Makin Gemuk, Khawatir Jatah Menterinya Terganggu, PKB Pun Merapat |
|
|---|
| PKS Bakal Ikuti Langkah Nasdem Dukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming tapi . . . |
|
|---|
| Sosok Petinggi PKB dan Ketum Parpol Dampingi Prabowo-Gibran ke KPU, Ada Kaesang dan Partai Ummat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kristian-Widya-Wicaksono.jpg)