Jokowi ke Bandung Hari Ini, di Unpad Ada Dosen hingga Mahasiswa Akan Kritik soal "Cawe-cawe" Pemilu
Presiden Jokowi akan datang ke Kota Bandung bertepatan dengan pembacaan seruan kritik dari Unpad pada hari ini, Sabtu (3/2/2024).
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
TRIBUNJABAR.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan datang ke Kota Bandung bertepatan dengan pembacaan seruan kritik dari Universitas Padjajaran (Unpad) pada hari ini, Sabtu (3/2/2024).
Berdasarkan agenda yang diterima Tribunjabar.id, Jokowi akan menaiki Kereta Cepat Whoosh dari Stasiun Halim, Jakarta, pada pukul 08.00 WIB.
Kemudian, Jokowi akan berhenti di Stasiun KCIC Padalarang untuk selanjutnya menaiki kereta feeder ke Stasiun Bandung.
Dalam kunjungan kerjanya hari ini, Jokowi akan melakukan sejumlah kegiatan.
Beberapa kegiatan yang diagendakan yaitu peresmian Terminal Leuwipanjang, penyerahan sertifikat tanah di Soreang, hingga meninjau produk UMKM.
Adapun, agenda kunjungan kerja Jokowi ke Bandung ini bertepatan dengan pembacaan seruan kritik oleh jajaran civitas akademika Unpad.
Hal tersebut menyusul kampus-kampus lainnya di Indonesia, yang belakangan lantang menyuarakan kritik terhadap pemerintahan Jokowi, terutama menjelang Pemilu 2024.
Pembacaan seruan kritik oleh Unpad ini akan berlangsung di Gerbang Pintu Utama, Kampus Dipatiukur, Kota Bandung.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (Kema) Unpad, Fawwaz Ihza Mahendra mengatakan, adanya gejolak pernyataan sikap berbagai perguruan tinggi merupakan bukti bahwa penyelenggara negara berada dalam keadaan darurat etika, moral, dan tingkah laku.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pagi Ini Jokowi ke Bandung, Resmikan Terminal Leuwi Panjang dan Bagi-bagi Sertifikat
"Seluruh civitas akademika perguruan tinggi sebagai insan intelektual dan berperan layaknya pagar keidealan konsepsi bernegara dan bermasyarakat sampai memutuskan turun gunung, untuk memperingatkan dan menyadarkan para penyelenggara negara. Terlihat jelas, demokrasi Indonesia dalam bahaya besar," ujar Fawwaz saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (2/2/2024).
Menurut Mahasiswa jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Hukum ini, sikap negarawan para penyelenggara negara telah pudar.
Hal itulah yang menjadi salah satu alasan civitas akademika ingin menyerukan para penyelenggara negara termasuk Presiden Jokowi untuk kembali ke koridor demokrasi.
Hal serupa dikatakan oleh Wakil ketua BEM Kema Unpad, Rhido Anwari Aripin yang menyebut demokrasi hari ini tidak berjalan sebagaimana mestinya, salah satunya mengenai "cawe-cawe" Jokowi dalam Pemilu 2024, khususnya Pilpres.
"Sekarang demokrasi seolah dipermainkan oleh pimpinan negara. Kita melihat Presiden Jokowi memberikan arahan kepada menterinya untuk dapat mendukung salah satu paslon, namun aparatur sipil negara yang sifatnya ke bawah staf itu dilarang untuk mendukung salah satu paslon. Jadi netralitas pemerintah dipertanyakan pada pemilu saat ini," ujar Rhido.
Mahasiswa jurusan Sastra Rusia Unpad, Iqbal Dimas Satrio mengatakan, dengan munculnya petisi dari berbagai perguruan tinggi harus menjadi alarm agar pemerintah kembali pada jalur demokrasi yang benar dan beretika.
| Update Kericuhan May Day Bandung: Polisi Periksa Massa Berbaju Hitam Terkait Perusakan di Tamansari |
|
|---|
| Pos Polisi dan Warung di Tamansari Bandung Dibakar saat May Day, Pemilik Rugi Rp 15 Juta |
|
|---|
| Rehabilitasi Lahan Kritis di Arjasari Bandung: Unpad Tanam Ribuan Bibit Pohon Sukun |
|
|---|
| Record Store Day Bandung: Ruang Kolektif Toko Musik dan Label Independen di Tengah Era Digital |
|
|---|
| Prof Maria Soetanto Dikukuhkan Jadi Guru Besar Polban, Kembangkan Inovasi Turbin Angin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Presiden-Jokowi-angkat-bicara-terkait-sanksi-dari-MKMK.jpg)