Selasa, 14 April 2026

Menuju Indonesia Emas 2045 Harus Meningkatkan Kualitas Pekerja Kerah Putih dan Biru

Pemerintah terus menyuarakan Indonesia emas 2045 dimana masyarakatnya adil dan makmur. Meski begitu, tantangan menuju Indonesia Emas 2045 tidak mudah.

|
Editor: Mega Nugraha
ho kompasiana
Illustrasi Indonesia Emas 2045 

TRIBUNIABAR.ID, BANDUNG - Sekretaris Eksekutif TPN Ganjar-Mahfud, Heru Dewanto mengungkapkan kekuatan bonus demografi dalam mengatasi kasus middle income trap yang menjadi tantangan Indonesia Emas 2045

Program itu perlu dilanjutkan oleh sosok yang berani dan paham ekonomi Indonesia.

"Setiap negara itu hanya miliki satu kesempatan mendapatkan bonus demografi. Sisa waktu Indonesia untuk mempersiapkan diri menuju ke sana ialah 13 tahun," katanya, Kamis (1/2/2024).

Heru menambahkan, pendapatan penduduk di 2022 telah mencapai 4700 dollar AS per kapita dari target mencapai 12.475 dollar AS per kapita supaya dapat naik kelas menjadi negara berpenghasilan tinggi.

Baca juga: Tengggelamkan! Susi Pudjiastuti Soroti Sampah Plastik dan Pencemaran Laut

"Satu-satunya cara mengangkat penghasilan pekerja kerah putih dan biru ialah dengan meningkatkan kualitas pekerjaan mereka. Jangan sampai mengharapkan peningkatan penghasilan, tapi kualitas kerja biasa-biasa saja yang justru akan membuat industri tenggelam dimakan persaingan negara lain, dan menurunkan minat investasi di Indonesia," ujarnya.

Dia mencatat, langkah-langkah Presiden Jokowi selama memimpin memberi advantage bagi masyarakat untuk mencapai Indonesia emas 2045, meski kontribusi di industri pada PDB cenderung menurun dari tahun ke tahun.

"Kurangnya industri kelas besar menjadi masalah utama yang wajib dibenahi. Lalu, pendidikan vokasi secara sistemis memang tak link and match dengan kebutuhan kerja di industri," katanya.

Baca juga: Petisi dari UGM dan UII Merupakan Peringatan untuk Pemerintah Jokowi, Kata Pengamat Politik Unpar

Heru menyarankan untuk membuat standar kurikulum magang vokasi yang mengacu pada akreditasi Internasional Sidney Accord, membuat aplikasi monitoring aktivitas magang mahasiswa, serta memetakan basis data pendidikan vokasi.

"Jadi, misi mencerdaskan bangsa akan satu jalan dengan rencana meningkatkan kualitas dan pendapatan talenta muda Indonesia. Ini juga akan menjadi jalan pintas keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah," katanya.(*)

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved