DBD Merebak di Cimahi, Seorang Bocah Berusia 5 Tahun Meninggal Dunia di IGD, Telat Dibawa ke RS

Penyakit DBD menyebabkan seorang bocah berusia 5 tahun asal Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, meninggal dunia.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Pixabay
Ilustrasi - Penyakit demam berdarah dangue (DBD) menyebabkan seorang bocah berusia 5 tahun asal Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, meninggal dunia. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Penyakit demam berdarah dangue (DBD) menyebabkan seorang bocah berusia 5 tahun asal Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, meninggal dunia.

Bocah tersebut meninggal dunia setelah sebelumnya dia merasakan gejala demam yang tinggi di saat kasus DBD di Kota Cimahi mulai merebak pada awal Januari 2024.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian, Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dwihadi Isnalini, mengatakan, orang tua sang anak tidak membawanya ke fasilitas kesehatan.

"Hanya dirawat di rumah. Dia demam, terus sudah sembuh dan panasnya turun, bahkan sempat main bersama teman-temannya," ujar Dwihadi di Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi, Rabu (31/1/2023) .

Hanya saja setelah itu, kata dia, demam yang dialami oleh bocah tersebut kembali naik. Orang tuanya kemudian membawa ke Rumah Sakit Dustira untuk menjalani perawatan.

"Akhirnya meninggal dunia karena pas dibawa ke rumah sakit trombositnya drop. Pasien masuk Dustira dan tidak sempat dirawat, jadi meninggal di UGD," kata Dwihadi.

Baca juga: WASPADA, DBD Mulai Menyerang Cimahi, Sudah Ada 42 Kasus dalam Tempo 2 Pekan

Ia mengatakan, secara keseluruhan kasus DBD di Kota Cimahi pada awal 2024 ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan awal 2023.

"Kasus DBD di Kota Cimahi pada Januari 2024 tercatat sudah ada 74 kasus, itu meningkat jika dibandingkan Januari tahun 2023 lalu yang hanya 30 kasus," ucapnya.

Kasus DBD yang tengah mengalami peningkatan awal 2024 ini, kata Dwihadi, didominasi oleh pasien anak-anak usia 5-14 tahun dan disusul pasien yang usia 15-44 tahun.

Baca juga: Jumlah Kasus DBD di Bandung Tertinggi di Jabar, 49 Meninggal sejak Januari 2023

Ia mengatakan, penyebab naiknya kasus DBD itu karena dengan curah hujan yang tidak menentu menyebabkan banyak genangan air yang menjadi tempat tumbuhnya jentik nyamuk Aedes aegypti.

"Jentiknya ditemukan baru di beberapa RW. Pas kita turun ke lapangan memang masih banyak. Radius nyamuk bisa terbang 200 meter dan bisa ke mana saja," ujar Dwihadi. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved