WASPADA, DBD Mulai Menyerang Cimahi, Sudah Ada 42 Kasus dalam Tempo 2 Pekan

Namun pihaknya memastikan dari total 42 kasus DBD yang terdata hingga pertengahan bulan Januari tidak ada yang sampai meninggal dunia

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ravianto
Pixabay
Ilustrasi nyamuk penyebab demam berdarah dengue. Penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD), mulai mengancam warga Kota Cimahi saat musim hujan di awal tahun 2024 karena hujan yang kerap mengguyur wilayah ini memicu adanya genangan air. 

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD), mulai mengancam warga Kota Cimahi saat musim hujan di awal tahun 2024 karena hujan yang kerap mengguyur wilayah ini memicu adanya genangan air.

Adanya genangan air biasanya menjadi sarang nyamuk aedes aegypti dan hal ini sudah terbukti karena puluhan warga di Kota Cimahi terserang penyakit DBD selama Januari 2024, sehingga masyarakat diminta waspada.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dwihadi Isnalini, mengatakan, hingga 17 Januari 2024 sudah ada 42 kasus DBD di Kota Cimahi, sedangkan pada Januari tahun 2023  hanya 30 kasus.

"Jadi kasus DBD tengah mengalami peningkatan pada awal tahun 2024 ini, didominasi pasien anak-anak usia 5-14 tahun dan disusul dewasa yang berusia 15-44 tahun," ujarnya saat dihubungi, Kamis (18/1/2024).

Namun pihaknya memastikan dari total 42 kasus DBD yang terdata hingga pertengahan bulan Januari tidak ada yang sampai meninggal dunia, tetap semua warga harus tetap waspada dan melakukan antisipasi.

"Penyebab banyaknya kasus DBD karena curah hujan tidak menentu, sehingga bisa meninggalkan genangan air yang menjadi tempat sarang nyamuk," kata Dwihadi.

Atas hal tersebut, pihaknya meminta masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan menerapkan 3M dan mengurangi penyimpanan pakaian dengan cara digantung.

"Kemudian antisipasinya menggunakan kelambu penutup dikala tidur dan gunakan obat penghalau nyamuk di dalam rumah," ucapnya.

Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk menanam tanaman yang bisa mengusir nyamuk seperti bunga lavender, daun siri dan daun mint karena semua tanaman itu bisa mengusir nyamuk penyebar DBD.

Tak hanya tanaman, masyarakat juga bisa memelihara ikan cupang, mujair, mas, dan sebagainya di bak penampungan air yang sulit dijangkau karena jenis ikan itu akan menghambat perkembangbiakan jentik nyamuk aedes aegypty.

"Jadi ikan-ikan itu tentu bisa dimanfaatkan pencegahan dari mulai jentiknya agar tidak berkembangbiak nyamuk penyebab DBD,"  ujar Dwihadi.(*)

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved