Jumat, 10 April 2026

Studi Banding ke Banyumas, Bupati Aep Syaepuloh Berharap Segera Bisa Wujudkan Karawang Zero Waste

Aep menyebutkan bahwa di Banyumas saat ini sudah tidak ada lagi TPA. Sebaliknya justru Pemkab Banyumas memperbanyak TPST.

Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Kemal Setia Permana
istimewa
Bupati Karawang Aep Syaepuloh dan pejabat lain saat berkunjung ke Kabupaten Banyumas untuk mempelajari pengelolaan sampah. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID,KARAWANG - Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengajak sejumlah pejabat Karawang bertolak ke Kabupaten Banyumas untuk belajar melakukan pengelolaan sampah.

Kabupaten Banyumas menjadi daerah pilihan studi banding karena dianggap sukses berkomitmen mewujudkan zero waste to landfill dan menekan emisi gas rumah kaca.

Hal ini sesuai dengan komitmen dirinya untuk mewujudkan Kabupaten Karawang zero waste.

Aep menyebutkan bahwa di Banyumas saat ini sudah tidak ada lagi TPA. Sebaliknya justru Pemkab Banyumas memperbanyak tempat pembuangan sampah terpadu (TPST).

"Dari 27 kecamatan di Banyumas, mereka mempunyai 29 TPST, " kata Aep, Selasa (30/1/2024).

Kendati jumlah kecamatan tak jauh berbeda, kata Aep, jumlah sampah rumah tangga di Karawang jauh di atas Banyumas.

"Mereka butuh lima tahun dari daerah darurat sampah, sampai saat ini berhasil. Tentu ini butuh komitmen yang kuat dari pihak pemerintah dan juga masyarakat, " kata dia.

Dari 450 ton sampah rumah tangga per hari, kata Aep.  sebanyak 98 persen diolah menjadi produk bernilai jual tinggi.

Aep menyebutkan Pemkab Banyumas menyediakan aplikasi Jeknyong dan Salinmas.

Melalui dua apilkasi itu warga bisa menjual sampah ke pemerintah daerah lewat aplikasi, tidak tunggu waktu lama Jeknyong jemput sampahnya untuk dbawa ke TPST. 

"Harga jualnya lumayan, warga jadi semangat, " kata dia.

Kemudian sampah-sampah dari rumah masyarakat itu dibawa ke TPST terdekat.

Setelah itu dikumpulkan, dipilah, dikelola hingga proses terakhir. Sampan organik dikelola menjadi magoot yang produksinya bisa mencapai 1-2 ton perhari.

Sampah non organiknya didaur ulang menjadi batu bata, berbagai macam plastic yang siap jual, paving blok hingga Refuse Derived Fuel (RDF).

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved