Rabu, 29 April 2026

Siswi Cianjur Jadi Korban Pelecehan

Keluarga Siswi Korban Dugaan Pelecehan Duga Rekaman CCTV yang Dikeluarkan Sekolah Sudah Dimanipulasi

 Hal tersebut diungkapkan pendamping keluarga terduga korban Ratnasari pada Tribunjabar saat dihubungi, Minggu (28/1/2024).

Tayang:
Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Fauzi Noviandi
Rekaman CCTV yang memperlihatkan ujian asesmen di SMAN 1 Ciranjang, Cianjur, Rabu (24/1/2024). 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Keluarga siswi yang diduga menjadi korban pelecehan oleh oknum guru Kecamatan Ciranjang, Kabupaten mengaku kesulitan mendapatkan bukti rekaman CCTV

 Hal tersebut diungkapkan pendamping keluarga terduga korban Ratnasari pada Tribunjabar saat dihubungi, Minggu (28/1/2024).

"Keluarga korban kecewa atas beredarnya rekaman CCTV, padahal sejak jauh hari sudah memintanya, namun pihak sekolah berdalih bawah rekaman CCTV sekolah dalam jangka waktu tiga hari otomatis terhapus," kata Ratnasari. 

Selain itu lanjut dia, perwakilan pihak sekolah sempat mendatangi kediaman korban dan berupaya menyelesaikan kasus pelecehan tersebut secara kekeluargaan, tapi keluarga korban menolaknya.  

"Ketika kita menanyakan lagi rekaman CCTV, pihak sekolah malah menjawab nanti diusahakan. Hingga kini pihak keluarga korban belum mendapatkan rekaman CCTV," ucapnya. 

Ia mengatakan, saat kasus tersebut muncul di sejumlah media masa, rekaman CCTV tersebut malah beredar. 

Rekaman CCTV asesmen minat bakat di lab komputer saat satu siswi SMA di Cianjur menjadi korban tindak asusila gurunya, Rabu (24/1/2024)
Rekaman CCTV asesmen minat bakat di lab komputer saat satu siswi SMA di Cianjur menjadi korban tindak asusila gurunya, Rabu (24/1/2024) (Tribun Jabar/Fauzi Noviandi)

"Pihak keluarga juga mencurigai rekaman CCTV yang beredar hanyalah cuplikan dan ada kemungkinan sudah dimanipulasi," ucapnya.  

Sebelumnya, SD (18) siswi SMAN 1 Ciranjang Kabupaten Cianjur menjadi korban pelecahan seksual yang diduga dilakukan oknum guru Bimbingan Konseling (BK) disekolah tersebut.  

Diduga pelecahan seksual tersebut dilakukan saat korban tengah mengikuti Ujian Asesment atau minat bakat pada Rabu (8/11/2023) lalu. 

Baca juga: Guru SMA di Cianjur yang Dituduh Lecehkan Siswinya Jelaskan Posisi Duduk saat di Lab Komputer

 SPF (24) kakak korban menjelaskan, saat itu adiknya yaitu SD (18) tengah mengikuti ujian minat bakat di lab komputer, dan mendapatkan meja paling pojok dengan diawasi lima orang guru. 

 "Saat mulai pelaksanaan ujian minat bakat, guru lain berkeliling, terduga pelaku sempat menghampiri adik saya dengan menanyakan, dan tidak ada curiga apapun," katanya. 

 Tidak lama kemudian lanjut dia, empat orang guru sebagai mengawas ujian minat bakat tersebut keluar dari ruangan, dan terduga pelaku yaitu YE kembali mendekat dan berdiri dibelakang tempat SD duduk.  

"Saat itu adik saya tidak terlalu mengahiraukannya karena sedang fokus ujian. Awalnya adik saya merasa biasa-biasa saja, namun oknum guru BK tersebut mulai mengelus-ngelus punggung selama beberapa menit. Saat itu baru adik saya mulai tidak merasa nyaman," katanya. (*)

Laporan Kontributor Tribunjabar Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi. 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved