Anies Kampanye di Bandung
Kampanye di Bandung, Ketum NasDem Surya Paloh Singgung Demokrasi dan Alasan Usung Anies Baswedan
Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, menuding ada yang mau merusak demokrasi di Indonesia.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, menuding ada yang mau merusak demokrasi di Indonesia.
Dia menyampaikan itu saat berorasi di hadapan ribuan masyarakat dan simpatisan yang hadir dalam kampanye akbar di Lapangan Tegallega, Bandung, Minggu (28/1/2024).
Menurut Surya Paloh, dia menaruh hormat setinggi-tingginya ke para pemimpin besar bangsa yang telah memberikan konsep kebangsaan dan pemikiran.
"Negara ini adalah republik. Mereka tak menempatkan kita pilihan untuk meneruskan pada sistem kerajaan atau lainnya dan justru menganut sistem ketatanegaraan yang melahirkan komitmen berlandaskan demokrasi," katanya.
Surya Paloh pun menegaskan, demokrasi adalah sebuah kebebasan dan hak yang harus dijalankan, sehingga demokrasi ini tak boleh dirusak siapa pun.
"Demokrasi dan republik ini mengatur hak-hak pribadi, keluarga, dan publik. Tak boleh demokrasi itu mencampurkan antara hak keluarga dengan hak publik. Jadi, kita sedang perjuangkan bahwa komitmen kebangsaan terhadap kebinekaan tak berhenti di bibir saja," katanya.
Baca juga: Anies Sebut Jawa Barat adalah Kunci Kemenangan Saat Kampanye Akbar di Tegallega Bandung
Dia pun berharap dari Pemilu ke Pemilu, semua pihak mempunyai komitmen dan terbebas dari intervensi mana pun.
Pada kesempatan itu, Surya Paloh menyebut kembali alasan NasDem mencalonkan Anies Baswedan sebagai capres.
"Kenapa kita calonkan Anies? Dengan seluruh pertimbangan hasil perenungan seobjektivitas, Anies adalah yang terbaik dari yang baik. Mari sampai hari pencoblosan nanti kita harus menjaga perjalanan demokrasi ini supaya pemilu berjalan baik," katanya.
Baca juga: BREAKING NEWS, Anies Kampanye di Bandung, Ajak Masyarakat Jadikan 14 Februari Hari Perubahan
Bos satu televisi swasta itu juga menegaskan, segala rintangan atau hambatan yang mereka hadapi, sepanjang niat baik ada dalam diri, maka konsistensi diri itu diperlukan.
"Mari berjalan dan tetap berjuang. Kalah menang hal biasa dalam berkompetisi. Pemilu hanyalah lima tahunan. Tapi, persaudaraan kita dan komunikasi antarsesama bangsa juga negara harus tetap terjaga," katanya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.